Penyakit Jantung Tak Lagi Identik Usia Tua

  • 27 Apr 2026 10:07 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Anggapan bahwa penyakit jantung hanya menyerang orang tua kini mulai berubah seiring meningkatnya kasus pada usia muda. Fenomena ini menjadi perhatian serius di berbagai daerah termasuk wilayah perbatasan.

Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Puskesmas Entikong, Mikael Kurniawan, mengungkapkan adanya pergeseran usia penderita penyakit jantung. Ia menyebut kelompok usia produktif kini lebih rentan dibandingkan sebelumnya.

“Penyakit jantung saat ini tidak lagi identik dengan usia lanjut karena kasus pada usia di bawah empat puluh lima tahun terus meningkat. Data menunjukkan sebagian besar penderita justru berasal dari kelompok usia produktif,” kata Mikael, dalam program Indonesia Sehat, Pro 1 RRI Sanggau, Jumat 24 April 2026.

Mikael menyoroti perubahan pola dan gaya hidup sebagai faktor utama meningkatnya kasus pada usia muda. Kebiasaan kurang bergerak dan konsumsi makanan tidak sehat mempercepat munculnya risiko penyakit.

“Banyak anak muda mengalami gejala ringan seperti mudah lelah atau nyeri dada yang sering disalahartikan sebagai gangguan biasa. Padahal kondisi tersebut bisa menjadi tanda awal masalah jantung,” ujarnya.

Ditambahkannya, fenomena henti jantung mendadak juga mulai sering terjadi pada usia produktif. Kondisi ini biasanya dipicu oleh aktivitas berat tanpa persiapan fisik yang memadai.

“Kurangnya kebiasaan olahraga rutin membuat jantung tidak siap menghadapi aktivitas berat secara tiba-tiba. Hal ini dapat memicu gangguan irama jantung yang berakibat fatal,” jelasnya.

Mikael mengingatkan generasi muda untuk lebih peduli terhadap kesehatan sejak dini dengan menerapkan pola hidup sehat. Kesadaran tersebut menjadi kunci utama dalam mencegah risiko penyakit jantung di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....