Bell’s Palsy Lumpuh Wajah Mendadak yang Sering Disepelekan

  • 01 Apr 2026 08:52 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Bell’s palsy adalah kondisi medis yang menyebabkan kelumpuhan sementara pada otot wajah, biasanya terjadi secara tiba-tiba pada satu sisi wajah. Kondisi ini dapat membuat wajah tampak turun, sulit tersenyum, bahkan kesulitan menutup mata, meskipun terlihat menakutkan, kasus Bell’s palsy tidak bersifat permanen.

Secara ilmiah, Bell’s palsy terjadi akibat gangguan pada saraf wajah atau saraf kranial ke tujuh yang mengontrol otot-otot wajah , sinyal dari otak ke otot wajah terganggu. Penyebab pastinya belum sepenuhnya diketahui, namun sering dikaitkan dengan infeksi virus seperti Herpes simplex selain itu, faktor seperti kelelahan, stres, dan daya tahan tubuh yang menurun dapat meningkatkan risiko.

Gejala Bell’s palsy biasanya muncul secara mendadak dan berkembang dalam waktu 48 jam penderita mungkin mengalami kelemahan pada satu sisi wajah, kesulitan berbicara, mata kering atau berair, serta perubahan indera pengecap. Dalam beberapa kasus, penderita juga merasakan nyeri ringan di sekitar telinga atau rahang sebelum kelumpuhan terjadi. G

Diagnosis Bell’s palsy umumnya dilakukan melalui pemeriksaan fisik oleh dokter akan mengevaluasi kemampuan pasien dalam menggerakkan otot wajah. Untuk memastikan bukan kondisi lain seperti stroke atau tumor, pemeriksaan tambahan seperti MRI atau CT scan dapat dilakukan.

Pengobatan Bell’s palsy bertujuan mempercepat pemulihan dan mengurangi peradangan dokter biasanya meresepkan obat seperti Prednisone untuk mengurangi pembengkakan saraf. Dalam beberapa kasus, obat antivirus juga diberikan jika diduga penyebabnya adalah infeksi virus selain itu, terapi fisik wajah sangat dianjurkan.

Kabar baiknya, sebagian besar penderita Bell’s palsy dapat pulih sepenuhnya dalam waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan saja. Sekitar 70 sampai 85 persen pasien mengalami perbaikan signifikan tanpa komplikasi jangka panjang namun, pada sebagian kecil kasus, kelumpuhan dapat berlangsung lebih lama atau meninggalkan efek seperti gerakan wajah yang tidak simetris.

Kesadaran masyarakat tentang Bell’s palsy masih tergolong rendah, sehingga sering disalahartikan sebagai kondisi ringan atau bahkan diabaikan. Padahal, deteksi dan penanganan cepat dapat mempercepat proses pemulihan segera konsultasikan ke tenaga medis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....