Diet Ketat Justru Picu Lemak Lebih Cepat Tersimpan

  • 29 Mar 2026 21:13 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Keinginan menurunkan berat badan secara cepat setelah Lebaran sering mendorong sebagian orang melakukan diet ekstrem. Padahal, cara ini justru berisiko terhadap kesehatan dan tidak efektif dalam jangka panjang.

Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Puskesmas Entikong, Mikael Kurniawan, menilai diet ekstrem perlu dihindari karena dapat mengganggu keseimbangan tubuh. Pendekatan yang lebih bijak adalah melakukan perubahan pola makan secara bertahap.

“Diet ekstrem memang bisa menurunkan berat badan dengan cepat, tetapi tubuh akan masuk ke mode kelaparan. Metabolisme melambat dan saat makan kembali normal, lemak justru lebih cepat tersimpan,” jelas Mikael dalam program Obrolan Indonesia Sehat RRI Sanggau, Jumat 27 Maret 2026.

Ia mengungkapkan bahwa penurunan berat badan drastis umumnya bukan berasal dari lemak, melainkan dari air dan massa otot. Kondisi ini membuat tubuh terlihat tidak bugar meskipun berat badan turun.

“Diet ketat juga dapat mengacaukan hormon lapar dan kenyang sehingga memicu keinginan makan berlebih. Hal ini sering berujung pada pola makan tidak terkontrol,” katanya.

Ia menambahkan bahwa risiko lain meliputi gangguan pencernaan hingga penurunan sistem imun. Kekurangan nutrisi membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit.

“Perubahan drastis asupan makanan juga bisa memicu gangguan kesehatan seperti batu empedu dan ketidakseimbangan bakteri usus. Ini menjadi risiko yang sering diabaikan,” ujarnya.

Mikael mengingatkan masyarakat untuk memilih cara yang lebih aman dengan mengatur pola makan secara bertahap. Konsistensi menjadi kunci utama untuk mencapai kesehatan yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....