Waspadai Bahaya Memanaskan Makanan Berulang
- 29 Mar 2026 20:04 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Kebiasaan mengonsumsi sisa makanan Lebaran masih banyak dilakukan masyarakat dalam beberapa hari setelah perayaan. Namun, pola ini perlu mendapat perhatian karena berpotensi menimbulkan risiko kesehatan jika tidak dikelola dengan baik.
Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Puskesmas Entikong, Mikael Kurniawan mengungkapkan, fenomena tersebut wajar terjadi karena budaya memasak dalam jumlah besar. Meski demikian, ada batasan yang perlu diperhatikan agar tetap aman dikonsumsi.
“Memanaskan makanan bersantan seperti opor atau rendang berkali-kali itu sebenarnya sangat tidak disarankan. Maksimal pemanasan hanya dua hingga tiga kali untuk mencegah dampak buruk bagi kesehatan,” ungkap Mikael dalam program Obrolan Indonesia Sehat RRI Sanggau, Jumat 27 Maret 2026.
Menurutnya pemanasan berulang dapat memicu oksidasi lemak yang menghasilkan radikal bebas. Hal tersebut dapat meningkatkan resiko gangguan pada kesehatan jantung.
“Selain itu, pemanasan berulang juga meningkatkan kadar lemak jenuh dan menghilangkan kandungan nutrisi penting seperti vitamin dan mineral. Akibatnya, makanan hanya tersisa sebagai sumber kalori tanpa manfaat gizi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa penyimpanan makanan juga harus diperhatikan, terutama pada suhu dan durasi. Makanan bersantan hanya aman disimpan di kulkas selama dua hingga tiga hari, sementara suhu ruangan tidak boleh lebih dari dua jam.
“Kita juga harus mengenali tanda makanan sudah tidak layak konsumsi seperti perubahan bau, rasa, dan tekstur. Jika sudah muncul gejala tubuh seperti kembung atau begah, sebaiknya segera dihentikan,” ucapnya.
Mikael mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola sisa makanan Lebaran. Kesadaran ini penting agar kesehatan tetap terjaga tanpa harus mengorbankan keamanan konsumsi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....