Bahaya Makanan Lebaran Dipanaskan Berulang Kali
- 28 Mar 2026 06:08 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Usai Lebaran yang identik dengan aneka hidangan bersantan dan berlemak, menjaga pola makan seimbang menjadi langkah penting untuk mengembalikan kondisi tubuh agar tetap sehat dan bugar. Dengan mengatur asupan gizi, memperbanyak konsumsi sayur dan buah, serta mengurangi makanan tinggi gula dan lemak, tubuh dapat kembali beradaptasi sekaligus menjaga energi untuk dapat beraktivitas sehari-hari.
Hal tersebut disampaikan oleh Mikael Kurniawan tenaga promosi kesehatan dan ilmu perilaku dalam dialog Indonesia Sehat RRI SP Sanggau, Jum'at 28 Maret 2026. Menurutnya kebiasaan mengonsumsi makanan yang dipanaskan berulang kali tidak baik bagi kesehatan karena dapat menurunkan kualitas gizi dan berpotensi menimbulkan risiko bagi tubuh jika dikonsumsi dalam jangka waktu lama salah satunya adalah kesehatan jantung.
"Jadi perlu kita ketahui bahwa memanaskan makanan bersantan seperti opor atau rendang berkali - kali itu sebenarnya tidak disarankan, maksimalnya itu setidak - tidaknya hanya tiga kali, karena jika terlalu berlebihan akan memiliki dampak yakni oksidasi lemak dalam santan yang memicu radikal bebas istilahnya dan ini sangat berbahaya bagi jantung," kata Mikael.
Ia menyebut, dampak berikutnya dari mengonsumsi makanan yang terus-menerus dipanaskan adalah meningkatnya kadar kolesterol dalam tubuh, yang dapat memicu berbagai masalah kesehatan jangka panjang. Hal ini terjadi karena kandungan lemak jenuh pada makanan cenderung mengalami perubahan dan meningkat seiring bertambahnya frekuensi pemanasan, sehingga tidak hanya meningkatkan risiko kolesterol tinggi, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan.
"Jadi hati - hati tadi dengan lemak jenuh karena bisa meningkatkan kadiovaskular seiirng meningkatnya frekuensi pemanasan yang semakin sering, lalu dampak berikutnya juga adalah kehilangan nutrisi dari makanan tersebut," ujarnya
Mikael menjelaskan bahwa daging yang kita konsumsi mengandung vitamin dan mineral dalam jumlah yang cukup tinggi, sehingga sangat bermanfaat bagi tubuh. Namun, ia menekankan bahwa jika makanan tersebut dipanaskan berulang kali dengan suhu yang cukup tinggi, kandungan vitamin dan mineralnya bisa rusak, sehingga nilai gizinya menurun dan potensi manfaat kesehatannya berkurang secara signifikan.
"Perlu kita ketahui bahwa vitamin dan mineral itu kan juga dala dalam daging - daging yang kita konsumsi itu, yang terus terang vitamin dan mineral itu cukup tinggi di dalam daging hanya saja ketika makanan itu sudah sering kita panaskan dengan suhu yang cukup tinggi maka vitamin dan mineral itu akan rusak," kata Mikael.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....