UMKM Hadapi Tantangan Adopsi AI di Era Digital
- 06 Sep 2026 06:35 WIB
- Sanggau
RRI.CO.ID, Sanggau – Perkembangan kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI) membuka peluang baru bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan efisiensi serta daya saing usaha. Namun, adopsi teknologi tersebut masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan pemahaman, sumber daya manusia, hingga kesiapan pelaku usaha dalam memanfaatkan AI secara tepat.
Dosen Program Studi International Business Management – Regular Class (IBM-RC) Universitas Ciputra Surabaya, Romauli Nainggolan, menyampaikan bahwa adopsi AI pada sektor UMKM perlu dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan masing-masing usaha. Menurutnya, pelaku UMKM perlu memahami fungsi dan manfaat teknologi sebelum menggunakannya agar penerapan AI tidak sekadar mengikuti tren, tetapi benar-benar memberikan nilai tambah bagi operasional dan pengembangan bisnis.
“Tantangan utama UMKM bukan hanya akses terhadap AI, tetapi bagaimana memahami teknologi tersebut dan menggunakannya sesuai kebutuhan bisnis. Pelaku usaha perlu memiliki kemampuan digital agar AI dapat dimanfaatkan secara efektif dan bertanggung jawab,” kata Romauli Nainggolan dalam Obrolan Ekonomi Digita RRI, Jumat 4 September 2026.
Ia menjelaskan, keterbatasan literasi digital menjadi salah satu faktor yang dapat menghambat pemanfaatan AI di kalangan UMKM. Selain itu, sebagian pelaku usaha masih mempertimbangkan biaya teknologi, kesiapan tenaga kerja, keamanan data, serta kekhawatiran bahwa penggunaan AI dapat mengurangi peran manusia dalam proses bisnis. Karena itu, pendampingan dan edukasi dinilai penting agar UMKM mampu mengenali peluang sekaligus risiko penggunaan AI.
“AI seharusnya menjadi alat bantu bagi UMKM untuk meningkatkan produktivitas, bukan menggantikan seluruh proses berpikir manusia. Pemanfaatannya harus tetap disertai pengawasan, kreativitas, dan pertimbangan etika dalam mengambil keputusan bisnis,” ujarnya.
Romauli menambahkan, penggunaan AI dapat dimulai dari kebutuhan sederhana, seperti membantu membuat konten pemasaran, menganalisis tren konsumen, memberikan ide produk, hingga mendukung pelayanan pelanggan. Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi tahap awal bagi UMKM untuk membangun pengalaman menggunakan teknologi sebelum menerapkannya pada proses bisnis yang lebih kompleks.
Ia berharap pelaku UMKM, pemerintah, perguruan tinggi, dan berbagai pihak terkait dapat memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan literasi serta keterampilan digital. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, adopsi AI di sektor UMKM diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan memperkuat daya saing usaha di tengah perkembangan ekonomi digital.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....