Aplikasi Ilmu Dibalik Roket Air yang Buat Caesar Raih Juara

  • 17 Agt 2026 22:21 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Sanggau - Sekilas, roket air mungkin terlihat seperti permainan sederhana yang hanya membutuhkan botol, air, dan tekanan udara untuk bisa meluncur. Namun di balik penerbangannya, ada perpaduan ilmu fisika, matematika, kreativitas, hingga kemampuan memecahkan masalah yang mengantarkan seorang siswa SMP asal Kalimantan Barat menjadi juara nasional.

Achmad Caesar Erwiandi, siswa SMP Negeri 10 Pontianak, berhasil meraih Juara 1 Kompetisi Roket Air Nasional di Malang, Jawa Timur setelah melalui berbagai percobaan untuk menemukan rancangan dan formula peluncuran yang paling tepat. Ketertarikannya terhadap dunia sains dan ruang antariksa sejak kecil membuatnya tertarik mendalami roket air sebagai sarana menguji pengetahuan melalui eksperimen.

"Kalau ilmu itu, perpaduan antara fisika, matematika, jadi, semuanya masuk," ujar Caesar dalam Obrolan Sore Ceria RRI Pro 2 Sanggau, Senin 17 Agustus 2026.

Diakuinya, fisika menjadi salah satu ilmu penting karena roket air memanfaatkan tekanan udara untuk menghasilkan dorongan sehingga dapat meluncur. Ia juga perlu memahami bagaimana perubahan tekanan, jumlah air, hingga sudut peluncuran dapat memengaruhi arah dan jarak terbang roket.

"Jadi untuk jadi juara satu itu, saya banyak percobaan buat menemukan formula gitu, kayak tekanan airnya, lalu ukuran sayap, sudut luncurnya juga. Itu banyak percobaan sih, sampai ketemu yang pas dan sampai target," jelasnya.

Selain fisika, matematika turut membantu dalam proses menentukan berbagai ukuran dan parameter roket agar hasil peluncuran dapat lebih terukur. Caesar juga mengandalkan kreativitas ketika menentukan desain sayap, sementara kemampuan memecahkan masalah diperlukan setiap kali hasil eksperimen belum sesuai dengan sasaran.

"Kalau merasa nggak pintar atau nggak bisa di bidang tersebut, coba-coba aja, pelajari, coba-coba terus. Akhirnya pun pasti bisa," terangnya.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa membuat roket air bukan sekadar merangkai botol lalu meluncurkannya, melainkan proses belajar yang memadukan teori dan praktik secara langsung. Prestasi Caesar sekaligus menjadi bukti bahwa sains dapat dipelajari dengan cara yang menyenangkan, selama pelajar berani bereksperimen, tidak takut gagal, dan terus mengembangkan rasa ingin tahu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....