Waspadai Enam Modus Penipuan WhatsApp Terbaru
- 19 Mei 2025 07:03 WIB
- Entikong
KBRN, Entikong: WhatsApp menjadi salah satu aplikasi pesan instan paling populer di Indonesia. Namun, popularitas ini juga membuka celah bagi pelaku kejahatan siber untuk menipu pengguna melalui berbagai modus. Penipuan lewat WhatsApp kian marak dan sering kali menyasar pengguna dengan pesan yang tampak meyakinkan. Oleh karena itu, penting juga untuk mengenali bentuk-bentuk penipuan yang sering sekali muncul agar tidak menjadi korban.
Salah satu modus yang sering muncul adalah pesan undian atau hadiah palsu. Penipu biasanya mengatasnamakan perusahaan ternama dan mengklaim bahwa penerima pesan memenangkan hadiah tertentu. Untuk mencairkan hadiah, korban diminta mengirimkan data pribadi atau mentransfer sejumlah uang. Padahal, perusahaan resmi tidak akan meminta data pribadi melalui pesan instan.
Modus kedua adalah penipuan dengan menyamar menjadi anggota keluarga atau teman. Penipu akan menggunakan foto profil orang yang dikenal korban, lalu berpura-pura meminta bantuan dana karena sedang dalam kondisi darurat. Jika tidak hati-hati, korban bisa langsung percaya dan mentransfer uang tanpa konfirmasi lebih lanjut.
Ketiga, modus penyalahgunaan tautan phishing. Pelaku akan mengirimkan link dengan tampilan seolah-olah berasal dari situs resmi. Jika korban mengklik tautan tersebut dan memasukkan data pribadi, informasi tersebut bisa dicuri dan disalahgunakan. Hindari mengklik link mencurigakan, terutama dari nomor tak dikenal.
Keempat, penipuan kode OTP (One Time Password). Penipu akan mencoba mengambil alih akun WhatsApp korban dengan meminta kode OTP yang dikirim ke ponsel korban. Perlu diingat, kode OTP bersifat rahasia dan tidak boleh dibagikan kepada siapa pun, termasuk yang mengaku dari pihak resmi WhatsApp.
Modus kelima adalah permintaan donasi fiktif. Biasanya pelaku membuat pesan ajakan berdonasi untuk bencana atau kegiatan sosial tertentu, lengkap dengan rekening atas nama pribadi. Gaya bahasa dan foto yang digunakan sering kali menyentuh emosi agar korban tergerak memberikan uang.
Terakhir, penipuan investasi bodong lewat WhatsApp. Modus ini menawarkan keuntungan besar dalam waktu singkat dengan iming-iming bonus yang menggiurkan. Biasanya, penipu menyebarkan testimoni palsu dan mendorong korban untuk segera bergabung. Sebaiknya cek legalitas perusahaan atau platform investasi sebelum memutuskan untuk menanamkan dana.
Agar terhindar dari penipuan, selalu waspada terhadap pesan yang mencurigakan, jangan mudah percaya, dan lakukan verifikasi sebelum mengambil tindakan. Edukasi diri serta orang-orang di sekitar juga penting agar kejahatan siber tidak terus memakan korban.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....