Ini Risikonya Jika Tidak Mengganti Password M-Banking

  • 03 Mei 2025 16:07 WIB
  •  Entikong

KBRN, Entikong: Di era digital saat ini, mobile banking (m-banking) menjadi salah satu layanan perbankan yang sangat populer karena kemudahannya dalam mengakses informasi keuangan dan melakukan transaksi. Namun, kemudahan ini juga dibarengi dengan berbagai risiko keamanan, terutama jika pengguna tidak mengganti password secara berkala. Banyak orang mengabaikan hal ini karena menganggap password mereka sudah cukup kuat, padahal kebiasaan ini bisa membuka celah bagi kejahatan siber.

Salah satu risiko terbesar adalah peretasan akun. Jika password tidak pernah diganti, apalagi jika menggunakan kombinasi yang mudah ditebak seperti tanggal lahir atau nama sendiri, akun m-banking bisa lebih mudah diakses oleh peretas. Dalam banyak kasus, pelaku kejahatan siber hanya membutuhkan sedikit informasi pribadi untuk menebak password dan masuk ke dalam akun.

Selain itu, jika pengguna m-banking pernah menggunakan jaringan Wi-Fi publik tanpa pengamanan yang memadai, data login bisa saja disadap. Jika password tetap tidak diganti setelah penggunaan jaringan yang tidak aman, risiko pencurian data akan meningkat. Hal ini bisa mengakibatkan kerugian finansial langsung seperti saldo yang hilang atau transaksi yang tidak sah.

Risiko lainnya adalah penyalahgunaan oleh pihak tidak bertanggung jawab yang pernah memegang akses ke perangkat pengguna. Misalnya, jika ponsel pernah dipinjam atau diperbaiki di tempat yang tidak terpercaya, dan password tidak diganti setelahnya, akun m-banking tetap rentan untuk diakses secara ilegal.

Dampak dari kelalaian ini bukan hanya pada kerugian materi. Pemulihan akun yang sudah diretas bisa memakan waktu dan prosedur yang tidak sederhana. Selain itu, rasa aman dan kepercayaan terhadap layanan digital pun bisa menurun. Oleh karena itu, mengganti password secara rutin setidaknya setiap tiga bulan adalah langkah sederhana namun sangat penting untuk menjaga keamanan finansial pribadi.

Untuk meningkatkan perlindungan, pengguna juga disarankan untuk mengaktifkan fitur keamanan tambahan seperti autentikasi dua faktor (2FA), tidak menyimpan password di catatan terbuka, serta menggunakan kombinasi huruf besar, kecil, angka, dan simbol dalam membuat password. Kesadaran dan tindakan pencegahan sederhana ini dapat menjadi benteng utama dari ancaman kejahatan siber di dunia perbankan digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....