Jangan Tunggu Grammar Sempurna, Ini Kunci Berani Speaking Bahasa Inggris

  • 12 Sep 2026 20:52 WIB
  •  Sanggau

RRI.CO.ID, Sanggau - Takut salah grammar masih menjadi salah satu alasan seseorang enggan berbicara menggunakan bahasa Inggris, meski telah mempelajarinya sejak bangku sekolah. Kondisi tersebut membuat kemampuan bahasa Inggris hanya berhenti pada pemahaman teori, tanpa berkembang menjadi keterampilan komunikasi yang digunakan secara aktif.

English Tutor, Diah Mutiara Syamer mengatakan, keberanian untuk mulai berbicara merupakan bagian penting dalam proses belajar bahasa Inggris. Menurutnya, pembelajar tidak perlu menunggu sampai menguasai seluruh aturan grammar untuk mulai mempraktikkan kemampuan yang telah dimiliki.

“Grammar itu penting, tetapi jangan sampai grammar membuat kita tidak berani untuk speaking. Mulai saja dulu dengan keberanian dan pengetahuan yang kita punya, nanti grammar-nya bisa sambil diperbaiki,” ujar Tiara dalam Obrolan Sore Ceria RRI Pro 2 Sanggau, Sabtu 12 September 2026.

Dijelaskan, kesalahan dalam menggunakan grammar merupakan sesuatu yang wajar terjadi selama proses mempelajari bahasa. Ia menilai, keberanian mencoba akan memberikan kesempatan bagi seseorang untuk mengetahui kekurangan sekaligus memperbaikinya melalui latihan yang dilakukan secara berulang.

Persoalan lain yang sering membuat pembelajar pasif adalah kekhawatiran terhadap penilaian orang di sekitarnya. Lingkungan yang mudah memberikan komentar ketika seseorang menggunakan bahasa Inggris dapat membuat pembelajar semakin ragu untuk membuka percakapan.

“Jangan terlalu fokus dengan apa yang orang lain pikirkan tentang kita ketika speaking bahasa Inggris. Semua orang yang sekarang sudah fluent itu dulunya juga pernah salah, bedanya ada yang berhenti dan ada yang terus melanjutkan,” ungkap Tiara.

Diakuinya, kemampuan speaking tidak akan berkembang apabila seseorang hanya memahami materi tanpa pernah menggunakannya dalam percakapan. Ia mendorong pembelajar untuk memanfaatkan pengetahuan yang sudah dimiliki, kemudian menjadikan setiap kesalahan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan.

"Tidak masalah kalau misalnya kita salah grammar, karena kalau nunggu sempurna, nggak akan sempurna dan tidak akan mulai-mulai," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....