Masih Ingat Rasanya Menunggu Surat? 1 September Jadi Momentumnya
- 31 Agt 2026 19:17 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Sanggau - Hari Penulisan Surat Sedunia atau World Letter Writing Day diperingati setiap 1 September untuk mengajak masyarakat kembali menikmati komunikasi melalui tulisan tangan. Peringatan ini hadir di tengah kebiasaan masyarakat yang semakin bergantung pada pesan instan, media sosial, dan surat elektronik.
Hari Penulisan Surat Sedunia pertama kali dicanangkan Richard Simpkin pada 2014. Gagasan tersebut lahir dari pengalamannya menulis surat kepada orang-orang yang ia kagumi di Australia, yang membuatnya merasakan kedekatan personal dari komunikasi melalui tulisan tangan.
Tulisan tangan memiliki karakter yang berbeda pada setiap orang, mulai dari bentuk huruf, goresan tinta, hingga pilihan kertas yang digunakan. Hal tersebut membuat surat fisik tidak hanya menjadi media menyampaikan pesan, tetapi juga dapat menjadi kenangan yang disimpan dan dibaca kembali.
Selain memberikan pengalaman personal, menulis surat dapat menjadi aktivitas yang membantu seseorang memperlambat ritme di tengah kesibukan digital. Proses menyusun pikiran dan menuliskannya secara manual juga dapat menjadi bentuk mindfulness karena perhatian diarahkan pada kata-kata yang sedang ditulis.
Peringatan ini dapat dilakukan dengan cara sederhana, salah satunya menulis surat singkat berisi ucapan terima kasih, permintaan maaf, atau pesan kepada orang tua, pasangan, sahabat, maupun sosok yang menginspirasi. Surat tersebut kemudian dapat diberikan langsung atau dikirim melalui layanan pos.
Masyarakat juga dapat merayakannya dengan mengirim kartu pos kepada teman atau kerabat di luar kota maupun luar negeri. Bagi yang ingin mendapatkan pengalaman berbeda, komunitas penpalling atau sahabat pena dapat menjadi pilihan untuk bertukar surat dan kartu pos dengan orang dari berbagai daerah dan negara.
Bagi pencinta seni dan alat tulis, momen tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengeksplorasi kaligrafi, fountain pen, kertas khusus, hingga wax seal. Berbagai elemen tersebut dapat membuat kegiatan menulis surat menjadi lebih personal sekaligus memiliki nilai estetika.
Sejak dicanangkan pada 2014, 1 September menjadi momentum untuk menghidupkan kembali budaya menulis surat di tengah komunikasi yang serba cepat. Perayaan ini menjadi pengingat bahwa pesan yang ditulis dengan tangan dapat menghadirkan kehangatan dan kenangan yang berbeda dari komunikasi digital.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....