Berawal dari Kebiasaan Menulis Buku Harian, Hidayatul Raih Penghargaan
- 28 Agt 2026 21:06 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Sanggau - Hidayatul Ulum, seorang penulis cerpen dan puisi asal Kalimantan Barat, membangun kecintaannya terhadap dunia menulis sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Awalnya, Ia menuangkan kesehariannya melalui buku harian, kini tangan dinginnya mampu mengantarkannya meraih 12 prestasi di bidang cerpen dan puisi.
Perempuan yang akrab disapa Hida itu kini menjalani aktivitas sebagai guru anak usia dini pada pagi hingga siang hari, kemudian mengajar les anak TK dan SD pada malam hari. Di tengah kesibukan tersebut, ia tetap menyempatkan diri menulis ketika menemukan ide yang dianggap menarik.
“Saya mulai tertarik dengan dunia menulis itu sejak masih sekolah dasar. Dulu menulisnya di buku harian, paling menulis tentang kucing-kucing saya, kemudian tentang teman-teman,” ujar Hidayatul dalam program Sore Ceria di RRI Sanggau, Jumat 28 Agustus 2026.
Kebiasaan menulis tersebut berawal dari kesehariannya yang lebih banyak dihabiskan di rumah ketika teman-teman tidak datang bermain. Dari situ, Hida menjadikan tulisan sebagai ruang untuk menuangkan berbagai hal yang ia alami dan pikirkan.
“Mungkin dulu karena saya lebih suka di rumah, atau saat merasa tidak punya teman bermain di luar. Kalau teman-temannya tidak datang ke rumah, ya sudah, menulis-menulis saja,” katanya.
Prestasi pertamanya diraih pada 2014 saat masih duduk di kelas 10 atau kelas 1 SMA melalui penghargaan Karya Terbaik Saimbarat Cipta Cerpen Kategori Siswa tingkat Kota Kediri. Saat itu, ia mengikuti lomba dengan tema kritik sosial setelah mendapat dorongan dari mahasiswa PPL yang melihat ketertarikannya terhadap dunia menulis.
“Itu lomba pertama saya yang saya ikuti menulis cerpen. Waktu itu temanya kritik sosial dan saya mencoba untuk ikut,” ungkapnya.
Seiring waktu, Hida terus mengembangkan kemampuan menulis hingga meraih berbagai prestasi, termasuk juara dua rubrik cerpen pada 2021 dan masuk Top 100 kompetisi storytelling tingkat nasional pada 2019. Ia mengaku tetap merasa harus banyak belajar meskipun telah meraih sejumlah penghargaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....