Kaligrafi Ajarkan Kesabaran dan Disiplin

  • 27 Jul 2026 21:35 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Seni kaligrafi Al-Qur'an tidak hanya menghadirkan keindahan dalam setiap goresan huruf, tetapi juga membentuk karakter bagi siapa pun yang menekuninya. Di balik karya yang tampak indah, tersimpan proses panjang yang menuntut kesabaran, ketelitian, kedisiplinan, hingga keikhlasan dalam terus belajar.

Kaligrafer asal Mempawah, Siti Fatimah mengatakan, dunia kaligrafi telah memberikan banyak pelajaran hidup yang tidak hanya bermanfaat saat mengikuti perlombaan, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, proses belajar kaligrafi membutuhkan waktu yang panjang untuk menghasilkan tulisan yang benar-benar sesuai kaidah.

"Seni kaligrafi benar-benar mengajarkan kesabaran karena tidak bisa sekali latihan langsung jadi. Bahkan untuk menghasilkan satu huruf alif yang benar sesuai kaidah dan proporsinya, seseorang bisa menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk terus berlatih," ujar Fatimah dalam Obrolan Sore Ceria RRI Pro 2 Sanggau, Senin 27 Juli 2026.

Selain melatih kesabaran, diakuinya, kaligrafi juga menumbuhkan ketelitian dalam setiap proses penulisan. Ia mengatakan satu kesalahan kecil pada bentuk huruf maupun proporsi tulisan dapat memengaruhi hasil karya, bahkan berpengaruh terhadap penilaian saat mengikuti perlombaan.

"Kaligrafi juga mengajarkan ketelitian karena sedikit saja ada kesalahan ketika menulis atau saat lomba, nilainya bisa berkurang. Selain itu, kami juga belajar disiplin karena setiap perlombaan memiliki batas waktu sehingga karya harus selesai sesuai ketentuan," jelas Fatimah.

Seni kaligrafi, menurutnya, tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga memperkuat nilai-nilai spiritual. Setiap ayat Al-Qur'an yang ditulis menjadi bagian dari syiar Islam sekaligus mengingatkan seorang kaligrafer untuk selalu meluruskan niat bahwa tujuan utamanya bukan sekadar mengejar prestasi.

Ia berharap, semakin banyak generasi muda tertarik mempelajari seni kaligrafi sebagai media untuk mengembangkan karakter sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur'an. Menurutnya, kesabaran, ketelitian, kedisiplinan, dan semangat untuk terus belajar merupakan bekal berharga yang dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan.

"Yang kita tulis adalah ayat-ayat Al-Qur'an sehingga harapannya dapat dibaca dan memberi manfaat bagi orang lain. Karena itu, juara hanyalah bonus, sedangkan yang paling utama adalah menjadikan kaligrafi sebagai bagian dari syiar Al-Qur'an," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....