Ingin Jadi Kaligrafer? Ini Langkah Awal untuk Pemula

  • 27 Jul 2026 21:23 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Seni kaligrafi Al-Qur'an tidak hanya mengandalkan bakat menggambar atau tulisan yang indah, tetapi juga membutuhkan kemauan belajar, latihan yang konsisten, dan bimbingan dari guru. Bagi pemula yang ingin menekuni dunia kaligrafi, memahami tahapan dasar menjadi bekal penting sebelum menguasai berbagai teknik penulisan.

Hal ini disampaikan Guru SDIT Anak Sholeh Indonesia sekaligus Kaligrafer, Siti Fatimah mengenai langkah-langkah yang perlu dipersiapkan seseorang sebelum menjadi kaligrafer. Ia menegaskan, kemauan yang kuat menjadi modal utama untuk berkembang dalam seni kaligrafi.

"Kaligrafer itu bukan hanya soal bakat, tetapi kemauan untuk terus belajar dan berlatih. Yang paling penting adalah memiliki guru agar setiap proses belajar bisa dibimbing dengan benar," ujar Fatimah dalam Obrolan Sore Ceria RRI Pro 2 Sanggau, Senin 27 Juli 2026.

Fatimah menjelaskan, setelah memiliki guru, pemula dianjurkan mempelajari khat naskhi sebagai fondasi utama karena memiliki kaidah yang paling kuat dan menjadi dasar untuk mempelajari jenis khat lainnya. Menurutnya, apabila khat naskhi telah dikuasai, proses mempelajari khat seperti tsuluts, diwani, diwani jali, farisi, kufi, hingga riq'ah akan terasa lebih mudah.

"Belajarlah dari khat naskhi terlebih dahulu karena itu menjadi dasar semua jenis khat lainnya. Setelah menguasainya, insyaallah mempelajari khat lain akan lebih mudah karena kaidahnya sudah kuat," jelas Fatimah.

Ia mengatakan, setiap jenis khat memiliki karakter yang berbeda sesuai fungsi dan tingkat kesulitannya. Khat tsuluts misalnya dikenal memiliki lengkungan yang rumit dan sering digunakan sebagai ornamen masjid, sedangkan khat kufi berciri tegas dan geometris sehingga banyak dimanfaatkan untuk logo maupun desain dekoratif.

"Setiap khat mempunyai ciri khas masing-masing dan semuanya bisa dipelajari secara bertahap. Yang terpenting adalah terus menulis, sering melihat karya para master, dan tidak takut memperbaiki kesalahan," katanya.

Seorang kaligrafer juga harus mengenal berbagai perlengkapan sesuai cabang yang ditekuni, mulai dari kalam atau handam, tinta, pensil, penggaris, hingga perangkat digital seperti iPad atau laptop untuk cabang kaligrafi digital. Fatimah berharap semakin banyak generasi muda berani memulai belajar kaligrafi sebagai bentuk kecintaan terhadap Al-Qur'an sekaligus upaya melestarikan seni Islam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....