Begini Cara Penyiar Bangun Chemistry dengan Pendengar di Era Digital
- 24 Agt 2026 22:27 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Sanggau - Suara penyiar memang hanya terdengar melalui perangkat radio, tetapi kedekatan dengan pendengar tetap dapat dibangun meski keduanya tidak saling bertatap muka. Di tengah pergeseran kebiasaan masyarakat ke media digital, penyiar dituntut semakin kreatif menciptakan ruang interaksi agar pendengar merasa benar-benar dilibatkan.
Penyiar Radio Sonora Pontianak, Husnul Arif, mengatakan interaksi dengan pendengar menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga hubungan antara penyiar dan audiens. Ia melihat perkembangan teknologi justru membuka lebih banyak cara bagi penyiar untuk berkomunikasi secara langsung dengan pendengar.
“Yang pertama itu saya seneng banget karena bisa ketemu sama orang-orang yang mungkin belum pernah sama sekali kita kenal, kemudian yang kedua kita bisa mengasah kemampuan lewat komunikasi, banyak belajar di radio. Kemudian yang ketiga kita bisa dengerin musik, kalau mungkin kita belum di rumah atau di mana kita nggak tahu musik-musik terbaru, kalau di radio kan biasanya ada tangga lagu terbaru,” kata Arif dalam Obrolan Sore Ceria RRI Pro 2 Sanggau, Senin, 24 Agustus 2026.
Arif menjelaskan, salah satu cara yang dapat dilakukan penyiar untuk membangun kedekatan adalah memberikan ruang kepada pendengar untuk berpartisipasi secara aktif dalam siaran. Interaksi tersebut dapat dilakukan melalui WhatsApp, TikTok, YouTube maupun platform digital lain yang digunakan oleh stasiun radio.
Ia mengatakan, apresiasi terhadap respons pendengar juga dapat menjadi cara sederhana untuk membuat audiens merasa dihargai dan semakin aktif berinteraksi. Menurutnya, pertanyaan tercepat maupun paling menarik dapat diberikan apresiasi sehingga pendengar terdorong untuk terus terlibat dalam siaran.
“Jadi tips sama pendengar itu biasanya, kalau dulu kita bandingkan, supaya pendengar itu aktif kita biasanya main kuis, kalau dulu mungkin di SMS. Jadi pertanyaan yang tercepat kemudian juga pertanyaan yang terbagus itu baik di WA, kemudian di TikTok dan juga di YouTube,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, pola interaksi dengan pendengar juga dapat dibuat lebih personal melalui penggunaan voice note dalam sesi request lagu. Suara pendengar yang dikirim melalui pesan suara kemudian diputar saat siaran dinilai mampu menciptakan pengalaman yang lebih dekat karena pendengar dapat mendengar suaranya sendiri mengudara.
“Teman-teman di Pontianak atau pendengar radio gitu ya, cara requestnya sekarang itu pakai voice note. Misalnya gini, halo teman Pro 2, saya Rizky ingin dengerin lagu dari Mahalini yang judul lagunya Sial, salamnya untuk pendengar di teman-teman Pro 2 di Sanggau, salamnya salam semangat, itu suaranya misalnya, yaudah tapi sebelum kita udarakan di on air kita dengarkan dulu di handphone kita, itu biasanya pendengar seneng banget gitu,” jelasnya.
Menurut Arif, kreativitas dalam membangun interaksi menjadi semakin penting ketika radio harus berhadapan dengan derasnya perkembangan media sosial. Ia berharap radio tetap mampu mempertahankan karakter kedekatannya dengan pendengar sekaligus memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan dan menciptakan pengalaman siaran yang lebih interaktif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....