Mau Jadi Penyiar Radio? Arif Sonora Bongkar Cara Melatih Suara agar Enak Didengar

  • 24 Agt 2026 22:26 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Sanggau - Menjadi penyiar radio ternyata bukan sekadar memiliki suara yang merdu atau terdengar menarik di telinga pendengar. Kemampuan berbicara, artikulasi, karakter suara hingga keberanian mengevaluasi diri menjadi bagian penting yang perlu dilatih secara konsisten.

Penyiar Radio Sonora Pontianak, Husnul Arif, mengatakan langkah pertama bagi seseorang yang ingin terjun ke dunia penyiaran adalah menjadi pendengar yang baik. Menurutnya, dengan banyak mendengarkan penyiar lain, seseorang dapat mempelajari gaya berbicara sekaligus menemukan karakter siarannya sendiri.

“Yang pertama sebenarnya sebelum kita menjadi penyiar itu wajib hukumnya kita harus menjadi pendengar yang baik. Kalau misalnya kita mau melihat gayanya siapa, nggak apa-apa, nanti lama-kelamaan kita akan mendapatkan gaya kita sendiri,” kata Arif dalam Obrolan Sore Ceria RRI Pro 2 Sanggau, Senin, 24 Agustus 2026.

Arif menjelaskan, persoalan suara tidak seharusnya menjadi penghalang seseorang untuk mencoba menjadi penyiar. Ia menilai karakter suara yang kurang sempurna tetap dapat dikembangkan selama dibarengi latihan dan kemampuan menyampaikan pesan dengan jelas.

“Gimana sih suara kalau misalnya suaranya cempreng misalnya nih atau suaranya kurang enak didengar, itu sebenarnya nggak masalah. Catatannya adalah kita sama Tuhan itu nggak mesen suara yang bagus seperti apa, kalau kita mesen yang bagus otomatis kita mesen semua yang bagus gitu ya,” ungkapnya.

Menurutnya, latihan membaca dengan suara lantang dapat membantu seseorang membiasakan artikulasi sekaligus mendengar karakter suaranya sendiri. Selain itu, merekam suara menggunakan telepon genggam kemudian mendengarkannya kembali menjadi cara sederhana untuk mengetahui bagian yang masih perlu diperbaiki.

“Kalau kita dulu mungkin ketika waktu sekolah ya, anak-anak, baca buku dalam hati, jangan berisik, tetapi kalau dalam dunia broadcaster atau dalam dunia MC, dalam dunia voice over, itu tidak berlaku. Makanya itu harus disuarakan seperti kayak kita mengaji, kalau disuarakan itu telinga kita akan mendengar, jadi wajib hukumnya itu harus disuarakan,” jelasnya.

Arif mengatakan, calon penyiar tidak terlalu fokus mengejar suara yang sempurna sejak awal, tetapi lebih berani memulai, berlatih dan mengevaluasi kemampuan secara bertahap. Dengan konsistensi, kemampuan berbicara dapat berkembang dan setiap orang berpeluang menemukan gaya siaran yang menjadi ciri khasnya sendiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....