Acapella di Kalbar Kian Sepi, Leader taZki Minta Panggung Dihidupkan Lagi

  • 06 Agt 2026 21:06 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong – Musik acapella yang sempat berkembang pesat di Kalimantan Barat kini dinilai mulai kehilangan ruang untuk berekspresi. Berkurangnya festival dan panggung pertunjukan setelah pandemi disebut menjadi salah satu penyebab menurunnya minat generasi muda untuk menekuni seni musik vokal tersebut.

Leader taZki Acapella Pontianak, Edo Pradana Prasitha, mengatakan acapella pernah menjadi kegiatan yang cukup diminati di berbagai sekolah di Kalimantan Barat. Namun, dalam beberapa tahun terakhir jumlah kompetisi maupun panggung bagi grup acapella semakin berkurang sehingga regenerasi komunitas musik vokal ikut terdampak.

"Dulu peminat acapella sangat banyak di Kalimantan Barat, terutama di sekolah-sekolah. Setelah COVID-19, saya melihat sudah hampir tidak ada lagi festival nasyid acapella maupun lomba yang menjadi wadah bagi teman-teman untuk tampil," ungkap Edo dalam Obrolan Sore Ceria RRI Pro 2 Sanggau, Kamis 6 Agustus 2026.

Edo menjelaskan, minimnya penyelenggaraan festival membuat banyak kelompok acapella kehilangan motivasi untuk terus berlatih. Di sisi lain, penyelenggara kegiatan juga kesulitan menghadirkan kompetisi karena jumlah peserta yang terus menurun.

"Dari sisi penyelenggara mungkin mereka ingin membuat lomba, tetapi bertanya siapa pesertanya. Sementara dari sisi kami, kalau terus latihan juga muncul pertanyaan, apakah masih ada panggung atau lomba untuk kami tampil," katanya.

Ia menilai, kondisi tersebut membuat sejumlah grup acapella yang sempat terbentuk akhirnya tidak lagi aktif. Menurutnya, situasi ini perlu menjadi perhatian bersama agar seni musik vokal tersebut tidak semakin kehilangan generasi penerus di Kalimantan Barat.

Edo berharap kolaborasi antara komunitas seni, lembaga pendidikan, pemerintah, dan penyelenggara kegiatan dapat kembali menghidupkan festival acapella di Kalimantan Barat. Ia meyakini semakin banyak ruang berekspresi yang tersedia, semakin besar pula peluang lahirnya talenta-talenta baru yang mampu menjaga keberlangsungan seni musik vokal di daerah.

"Harapan saya sekolah, panitia kegiatan, vendor, maupun event organizer kembali memberikan panggung untuk adik-adik yang ingin berkarya di dunia acapella. Kami siap membantu, baik menjadi juri, memberikan pembinaan, maupun membantu mencari peserta agar acapella kembali ramai di Kalimantan Barat," tutup Edo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....