Guru SMPN 3 Satap Toba Ungkap Tantangan Mengajar di Wilayah Pedalaman
- 06 Agt 2026 08:57 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Keterbatasan fasilitas masih menjadi tantangan yang dihadapi tenaga pendidik di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Meski demikian, Guru SMPN 3 Satap Toba, Fitrian Widianto, memilih tetap menjalankan tugasnya dengan penuh semangat.
Fitrian mengatakan sekolah tempat dirinya mengajar berada di kawasan pedalaman dengan akses yang cukup sulit dijangkau. Kondisi tersebut membuat aktivitas belajar mengajar membutuhkan perjuangan yang lebih besar dibandingkan sekolah di perkotaan.
"Di tempat saya mengajar belum ada listrik dan belum ada sinyal. Akses jalannya juga cukup jauh sehingga memang menjadi tantangan tersendiri," kata Fitrian dalam Obrolan Indonesia Cerdas RRI Sanggau, Rabu 5 Agustus 2026.
Menurutnya, keterbatasan tersebut tidak pernah dijadikan alasan untuk mengurangi kualitas pembelajaran kepada para siswa. Ia tetap berusaha memberikan materi pelajaran secara maksimal sesuai dengan kondisi yang ada.
"Saya menganggap semua keterbatasan ini sebagai tantangan, bukan hambatan. Yang terpenting adalah bagaimana anak-anak tetap mendapatkan pendidikan yang layak," ujarnya.
Fitrian menilai tantangan di daerah pedalaman justru membentuk karakter seorang guru agar lebih kreatif dan mandiri. Pengalaman tersebut juga menjadi pembelajaran berharga dalam menjalankan profesi sebagai tenaga pendidik.
Ia berharap pembangunan infrastruktur di daerah pedalaman dapat terus ditingkatkan, terutama akses jalan, listrik, dan jaringan telekomunikasi. Menurutnya, fasilitas tersebut akan sangat membantu proses belajar mengajar sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah 3T.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....