Pengabdian Guru Daerah 3T di Sanggau
- 06 Agt 2026 08:54 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Mengajar di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) bukan menjadi hambatan bagi sebagian tenaga pendidik. Bagi Guru SMPN 3 Satap Toba, Fitrian Widianto, mengabdi di daerah pedalaman justru merupakan cita-cita yang telah ia impikan sejak lama.
Fitrian Widianto mengatakan keputusannya mengajar di Kabupaten Sanggau didasari keinginan untuk memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan. Menurutnya, masih banyak daerah di Sanggau yang membutuhkan tenaga pendidik berkualitas untuk meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak.
"Sejak dulu saya memang bercita-cita menjadi guru yang bisa mengabdi kepada bangsa. Di Sanggau masih banyak daerah yang membutuhkan guru, sehingga saya merasa terpanggil untuk mengajar di sini," kata Fitrian dalam Obrolan Indonesia Cerdas RRI Sanggau, Rabu 5 Agustus 2026.
Ia mengaku tidak mengalami kesulitan beradaptasi meski berasal dari Provinsi Jambi. Baginya, lingkungan pedalaman yang jauh dari perkotaan sudah sesuai dengan karakter dirinya yang menyukai kegiatan sosial sekaligus aktivitas di alam terbuka.
"Saya memang senang dengan kegiatan sosial dan dunia pendidikan. Jadi ketika ditempatkan di daerah pedalaman, saya tidak merasa syok karena memang sudah siap dengan kondisi tersebut," ujarnya.
Menurutnya, menjadi guru di wilayah 3T merupakan bentuk pengabdian yang memberikan pengalaman sekaligus tantangan tersendiri. Ia berharap semakin banyak generasi muda yang bersedia mengabdikan diri sebagai tenaga pendidik di daerah-daerah yang masih kekurangan guru.
Fitrian menyampaikan, guru 3T itu menambahkan bahwa setiap tantangan yang dihadapi selama mengajar di daerah pedalaman justru menjadi motivasi untuk terus memberikan yang terbaik bagi para siswa. Keterbatasan fasilitas tidak boleh menjadi penghalang dalam mewujudkan cita-cita anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....