Dzikir Mengingat Allah Dapat Dilakukan dalam Setiap Keadaan

  • 06 Okt 2026 13:50 WIB
  •  Sanggau

RRI.CO.ID, Sanggau – Mengingat Allah SWT melalui dzikir merupakan amalan yang dapat dilakukan seorang Muslim dalam berbagai keadaan, baik ketika beraktivitas maupun beristirahat. Al-Qur’an menggambarkan orang-orang yang senantiasa mengingat Allah dalam keadaan berdiri, duduk, maupun berbaring sambil merenungkan penciptaan langit dan bumi.

“Mengingat Allah dapat dilakukan saat berdiri, duduk, maupun berbaring, sehingga dzikir menjadi bagian dari kehidupan seorang Muslim setiap waktu,” ujar Adinul Husnul, Kepala KUA Kecamatan Jangkang, dalam obrolan Mutiara Pagi RRI Sanggau, Selasa 6 Oktober 2026.

Ia menyampaikan, kebiasaan berdzikir tidak hanya berkaitan dengan ucapan, tetapi juga dapat menjadi sarana menghadirkan kesadaran hati terhadap kebesaran dan kekuasaan Allah SWT. Kesadaran tersebut penting agar setiap aktivitas yang dilakukan tetap memiliki landasan keimanan dan tidak membuat seseorang lalai terhadap Sang Pencipta.

“Dzikir dan merenungi ciptaan Allah membantu kita memahami kebesaran-Nya serta menumbuhkan kesadaran bahwa kehidupan ini memiliki tujuan,” katanya.

Menurutnya, dzikir yang dilakukan secara konsisten dapat membentuk kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjaga hati dari sikap lalai dan berlebihan menghadapi persoalan. Ketika dzikir disertai tafakur, seorang Muslim tidak hanya mengingat Allah dengan lisan, tetapi juga memahami tanda-tanda kebesaran-Nya melalui berbagai ciptaan yang ada di sekitarnya.

“Jadikan dzikir sebagai kebiasaan setiap waktu, karena hati yang selalu mengingat Allah akan lebih mudah bersyukur dan menjalani kehidupan dengan tenang,” ungkapnya.

Husnul menegaskan, penerapan dzikir dalam kehidupan sehari-hari dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana, seperti mengucapkan tasbih, tahmid, takbir, istighfar, maupun doa ketika menjalankan berbagai aktivitas. Dengan membiasakan hati, lisan, dan pikiran mengingat Allah SWT, nilai dzikir diharapkan tidak berhenti sebagai amalan lisan, tetapi menjadi bagian dari sikap dan perilaku seorang Muslim.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....