Menghadapi Ujian Kehidupan dengan Istiqomah dan Berprasangka Baik
- 29 Sep 2026 15:34 WIB
- Sanggau
RRI.CO.ID, Sanggau - Dalam menjalani kehidupan, setiap manusia tentu tidak terlepas dari berbagai persoalan, tantangan, maupun ujian yang datang silih berganti. Dalam pandangan Islam, ujian kehidupan bukan semata-mata sesuatu yang harus ditakuti atau disesali, tetapi dapat menjadi sarana bagi seorang muslim untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Staf Kantor Urusan Agama (KUA) Sekayam, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sanggau, Kadarusno, mengajak masyarakat, khususnya umat Islam, agar tetap tenang ketika menghadapi berbagai ujian kehidupan. Menurutnya, dalam kondisi sulit sekalipun, seorang muslim hendaknya tidak mudah kehilangan harapan, karena setiap persoalan yang dihadapi dapat menjadi bagian dari proses kehidupan yang mengajarkan manusia untuk lebih sabar, ikhlas, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Ketika mendapatkan ujian, kita harus tetap istiqomah dan tidak mudah menyerah dalam menjalankan kebaikan, karena ujian bukan alasan bagi kita untuk meninggalkan kewajiban dan menjauh dari Allah SWT,” ungkap Kadarusno dalam Obrolan Mutiara Pagi RRI Sanggau, Selasa 29 September 2026.
Ia menjelaskan, terdapat lima cara yang dapat dilakukan seorang muslim dalam menghadapi berbagai ujian dalam kehidupan. Salah satunya adalah dengan tetap istiqomah, yakni terus berpegang teguh pada ajaran agama, menjalankan kewajiban, memperbanyak kebaikan, serta tidak meninggalkan nilai-nilai keislaman hanya karena sedang berada dalam kondisi sulit atau menghadapi persoalan yang berat.
Selain tetap istiqomah, Kadarusno mengingatkan pentingnya selalu berprasangka baik kepada Allah SWT dalam setiap keadaan. Seorang muslim perlu meyakini bahwa setiap ketentuan Allah SWT memiliki hikmah dan tujuan yang baik, meskipun terkadang manusia belum mampu memahami alasan di balik suatu peristiwa yang sedang dihadapi.
Kadarusno menambahkan bahwa umat Islam juga perlu menyadari berbagai nikmat yang telah diberikan Allah SWT sebagai hamba-Nya, sebab ketika seseorang mampu mengingat dan menyadari begitu banyak nikmat yang diterimanya, maka persoalan yang sedang dihadapi dapat dilihat dengan hati yang lebih lapang. Karena itu, mengingat Allah SWT adalah cara agar umat Islam tidak lupa bersyukur dan senantiasa berterima kasih atas segala pemberian-Nya.
“Berterima kasih kepada Allah SWT atas segala pemberian-Nya kepada kita merupakan bagian dari rasa syukur sebagai seorang hamba, termasuk mensyukuri nikmat penciptaan, kesehatan, kesempatan hidup, keluarga, serta berbagai nikmat lainnya yang sering kali tidak kita sadari,” jelasnya.
Kadarusno berharap, umat Islam dapat menghadapi setiap ujian kehidupan dengan hati yang tenang, tetap istiqomah dalam menjalankan ajaran agama, selalu berprasangka baik kepada Allah SWT, serta memperbanyak rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan. Dengan sikap tersebut, ujian tidak hanya menjadi sesuatu yang harus dilewati, tetapi juga dapat menjadi momentum untuk memperkuat keimanan, memperbaiki diri, dan semakin menyadari kebesaran serta kasih sayang Allah SWT dalam kehidupan setiap hamba-Nya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....