Meneladani Rasulullah, Membangun Bisnis Jujur dan Amanah

  • 24 Agt 2026 12:41 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Sanggau - Meneladani etos kerja dan bisnis Rasulullah SAW menjadi salah satu cara bagi umat Islam untuk membangun kehidupan ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga keberkahan. Sikap jujur, amanah, disiplin, dan bertanggung jawab yang dicontohkan Rasulullah SAW dapat diterapkan dalam aktivitas pekerjaan maupun usaha sehari-hari.

Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kapuas, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sanggau, Irda Hamijah mengatakan, Islam memberikan ketentuan yang jelas dalam menjalankan aktivitas pekerjaan dan bisnis. Menurutnya, Setiap usaha harus dilakukan dengan cara yang halal, tidak mengandung penipuan, tidak merugikan orang lain, serta tetap memperhatikan hak dan kewajiban antara penjual dan pembeli.

"Ketentuan syariat dalam bekerja dan berbisnis adalah mencari rezeki melalui cara yang halal, jujur, amanah, serta tidak melakukan praktik yang merugikan orang lain, inilah yang menjadi bagian dari keteladanan Rasulullah SAW," ungkap Irda Hamijah dalam Obrolan Mutiara Pagi RRI Sanggau, Senin 24 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, makna meneladani etos kerja Rasulullah SAW dalam kehidupan modern dapat diwujudkan dengan bekerja secara sungguh-sungguh, disiplin terhadap waktu, menjaga kualitas pekerjaan, serta bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. Sementara dalam berbisnis, pelaku usaha harus terbuka mengenai kondisi barang atau jasa dan tidak mengambil keuntungan melalui cara-cara yang dilarang agama.

Irda menambahkan, kejujuran dan amanah dalam bekerja maupun berbisnis memiliki keutamaan besar karena dapat membangun kepercayaan dan hubungan yang baik dengan masyarakat. Keuntungan yang diperoleh melalui cara yang halal juga diharapkan membawa keberkahan bagi diri sendiri, keluarga, serta orang lain yang terlibat dalam usaha tersebut.

“Meneladani Rasulullah berarti bekerja sungguh-sungguh, jujur, amanah, dan mencari keberkahan melalui cara yang halal," jelas Irda.

Dalam kehidupan sehari-hari, Irda mengajak masyarakat untuk tidak memisahkan nilai agama dari aktivitas ekonomi. Menurutnya, bekerja merupakan bagian dari ikhtiar memenuhi kebutuhan hidup, namun tetap harus disertai niat yang baik, usaha maksimal, serta kepatuhan terhadap ketentuan Allah SWT. Dengan demikian, pekerjaan dan bisnis tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari ibadah.

Irda berharap generasi muda dapat menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam membangun etos kerja dan jiwa kewirausahaan. Dengan mengedepankan kejujuran, kerja keras, amanah, dan kepatuhan terhadap syariat, masyarakat diharapkan mampu membangun usaha yang sehat, berkelanjutan, serta memberikan manfaat bagi kehidupan bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....