Cinta Rasulullah Bukan Sekadar Ucapan, Ini Buktinya
- 19 Agt 2026 15:00 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID,Sanggau - Mahabbah atau cinta yang mendalam kepada Rasulullah SAW menjadi bagian penting dalam kehidupan seorang Muslim karena kecintaan tersebut tidak cukup hanya disampaikan melalui ucapan. Cinta kepada Baginda Nabi Muhammad SAW perlu diwujudkan dengan mengenal pribadi beliau, mengagumi akhlaknya, serta berusaha mengikuti ajaran dan keteladanan yang telah diwariskan kepada umat.
“Karakter pertama dalam mahabbah adalah mengenal Baginda Nabi Muhammad SAW, mulai dari akhlak, perjuangan, sifat, keteladanan, hingga ajaran yang beliau sampaikan kepada umat,” ungkap Juliansyah, Penghulu KUA Kecamatan Bonti, dalam Obrolan Mutiara Pagi RRI Sanggau, Rabu 19 Agustus 2026.
Menurutnya, pengenalan terhadap Rasulullah SAW menjadi dasar penting untuk menumbuhkan kecintaan yang benar dan mendalam dalam diri seorang Muslim. Dengan memahami perjalanan hidup, perjuangan dakwah, kesabaran, kasih sayang, kejujuran, serta kepedulian Rasulullah SAW, umat Islam akan memiliki alasan yang kuat untuk mencintai dan menjadikan beliau sebagai teladan.
“Ketika kita mengenal Rasulullah, maka dari pengenalan itu tumbuh rasa kagum, dan kekaguman tersebut seharusnya mendorong kita untuk meneladani akhlak beliau dalam kehidupan,” katanya.
| Baca juga: Hijrah Menuju Pribadi Lebih Baik |
Ia menjelaskan, kekaguman kepada Rasulullah SAW tidak semestinya berhenti sebagai perasaan di dalam hati, tetapi harus terlihat dalam perilaku sehari-hari. Sikap jujur, amanah, sabar, penyayang, rendah hati, menjaga hubungan dengan sesama, serta teguh dalam menjalankan ajaran Islam merupakan bentuk nyata upaya seorang Muslim meneladani kehidupan Rasulullah SAW.
“Cinta kepada Rasulullah SAW harus dibuktikan dengan mengikuti sunnah, memperbanyak shalawat, menjaga akhlak, dan menjalankan ajaran beliau secara nyata dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Juliansyah menyebut, mahabbah kepada Rasulullah SAW pada akhirnya merupakan proses yang dimulai dari mengenal, kemudian melahirkan kekaguman, dan berlanjut menjadi kecintaan yang diwujudkan melalui keteladanan. Dengan menempatkan Rasulullah SAW sebagai contoh dalam kehidupan, umat Islam diharapkan tidak hanya mengaku mencintai Baginda Nabi, tetapi juga mampu menghadirkan nilai-nilai akhlak dan ajarannya dalam kehidupan keluarga, masyarakat, serta lingkungan sekitar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....