Kebiasaan Anak Muda yang Bikin Miskin, Sering Tidak Disadari
- 18 Agt 2026 15:50 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Sanggau – Menjadi anak muda di era digital memberikan banyak kemudahan, termasuk dalam berbelanja dan menikmati berbagai hiburan. Namun, kemudahan tersebut juga dapat menjadi jebakan jika tidak diimbangi dengan kemampuan mengatur keuangan.
Beberapa kebiasaan yang terlihat sepele ternyata dapat membuat pengeluaran semakin besar dan menghambat seseorang dalam mencapai kondisi finansial yang lebih baik. Salah satu kebiasaan yang sering dilakukan adalah terlalu sering membeli barang karena keinginan, bukan kebutuhan. Promo, diskon, gratis ongkir, dan tren di media sosial dapat membuat seseorang merasa harus segera membeli sesuatu.
Kebiasaan lainnya adalah terlalu sering mengikuti gaya hidup teman atau lingkungan sekitar, nongkrong di tempat mahal, membeli barang bermerek, hingga mengikuti tren terbaru bisa menjadi beban apabila tidak disesuaikan dengan kemampuan finansial. Keinginan untuk terlihat mampu atau tidak ingin ketinggalan tren sering kali membuat anak muda mengorbankan tabungan demi memenuhi gaya hidup.
Penggunaan layanan paylater dan pinjaman online secara berlebihan juga dapat menjadi masalah. Kemudahan mendapatkan barang sekarang dan membayarnya kemudian memang terasa menguntungkan, tetapi cicilan yang menumpuk dapat mengurangi pendapatan pada bulan berikutnya.
Selain itu, kebiasaan tidak memiliki anggaran dan tidak mencatat pengeluaran membuat seseorang sulit mengetahui ke mana uangnya pergi. Pengeluaran untuk kopi, makanan, transportasi, hiburan, hingga belanja daring mungkin terlihat kecil jika dilakukan satu per satu.
Anak muda juga perlu mewaspadai kebiasaan menunda menabung dan berinvestasi. Banyak orang memilih menunggu memiliki penghasilan besar terlebih dahulu sebelum mulai menyisihkan uang. Padahal, membangun kebiasaan finansial dapat dimulai dari jumlah kecil secara konsisten.
Jadi, menjadi kaya bukan hanya tentang seberapa besar penghasilan yang diperoleh, tetapi juga bagaimana uang tersebut dikelola. Mengurangi belanja impulsif, membatasi gaya hidup konsumtif, berhati-hati menggunakan utang, serta membiasakan diri membuat anggaran dapat menjadi langkah sederhana untuk memperbaiki kondisi keuangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....