Saling Mengingatkan Kebaikan Perkuat Ukhuwah Islamiah Masyarakat

  • 18 Agt 2026 22:27 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Sanggau - Kemajuan kehidupan sosial di tengah perkembangan zaman menuntut masyarakat untuk semakin memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah berbagai tantangan sosial, kebiasaan saling mengingatkan dalam kebaikan dan saling menguatkan dalam keimanan menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, peduli, dan berakhlak.

Penyuluh Agama Islam Kecamatan Balai, Kantor Kementrian Agama Kabupaten Sanggau, Tri Nugraheni, menyampaikan kepada masyarakat agar tidak hanya memperhatikan kebaikan diri sendiri, tetapi juga memiliki kepedulian untuk mengajak dan mengingatkan sesama dalam hal-hal yang membawa manfaat serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. Menurutnya, saling mengingatkan dalam kebaikan merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial yang harus terus dibangun.

"Sebagai sesama muslim, kita memiliki tanggung jawab untuk saling mengingatkan dalam kebaikan, karena ketika ada saudara kita yang sedang lemah dalam keimanan, maka sudah sepatutnya kita memberikan dukungan dan nasihat dengan cara yang santun," ungkap Tri Nugraheni dalam Obrolan Mutiara Pagi RRI Sanggau, Selasa 18 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, kehidupan manusia tidak selalu berada dalam kondisi yang sama, ada kalanya seseorang berada dalam keadaan kuat, tetapi pada waktu lain dapat mengalami kesulitan, kegelisahan, maupun penurunan semangat dalam menjalankan ibadah. Dalam kondisi seperti itu, kehadiran orang-orang di sekitarnya sangat diperlukan untuk memberikan dorongan dan mengingatkan kembali pentingnya mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Tri menilai saling menguatkan dalam keimanan tidak selalu harus dilakukan melalui nasihat panjang. Hal sederhana seperti mengingatkan waktu salat, mengajak membaca Al-Qur'an, menghadiri majelis ilmu, bersedekah, membantu sesama, maupun memberikan semangat ketika menghadapi persoalan juga merupakan bagian dari upaya menjaga dan menguatkan keimanan.

"Kadang seseorang tidak membutuhkan banyak nasihat, tetapi membutuhkan seorang teman yang mau mendengarkan, memberikan semangat, dan mengingatkan bahwa setiap persoalan pasti ada jalan keluarnya ketika kita mendekatkan diri kepada Allah," jelasnya

Tri mengatakan, kebiasaan saling mengingatkan dalam kebaikan juga dapat memperkuat ukhuwah Islamiah. Masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap kondisi keagamaan sesamanya akan lebih mudah membangun rasa kebersamaan, saling menghormati, serta membantu ketika ada anggota masyarakat yang menghadapi persoalan.

Menurutnya, sikap saling menguatkan juga perlu dilakukan tanpa merasa lebih baik atau lebih suci dibandingkan orang lain. Nasihat hendaknya disampaikan dengan penuh keikhlasan, kelembutan, dan mempertimbangkan kondisi orang yang diberikan nasihat. Dengan demikian, pesan kebaikan dapat diterima dengan hati terbuka dan tidak menimbulkan perasaan tersinggung.

"Ketika mengingatkan orang lain, jangan merasa diri kita paling baik, kita semua memiliki kekurangan dan membutuhkan nasihat. Karena itu, mari saling mengingatkan dengan kasih sayang, bukan dengan menghakimi," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....