Anak Suka Membentak? Ini Penyebabnya

  • 18 Agt 2026 14:56 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Sanggau - Momen ketika seorang anak membentak ibunya sering kali menjadi pengalaman yang mengecewakan dan menguras emosi. Bagi seorang ibu, perlakuan ini bisa memicu rasa sedih, marah, hingga mempertanyakan pola asuh yang telah diterapkan. Namun, penting untuk memahami bahwa tindakan membentak pada anak jarang sekali didasari oleh rasa benci murni, melainkan lebih sering merupakan bentuk sinyal komunikasi emosional yang belum terarah dengan baik.

Salah satu penyebab utama anak suka membentak adalah ketidakmampuan mereka dalam mengelola emosi dan meregulasi diri. Otak anak, khususnya bagian yang mengatur kontrol impuls dan penalaran, masih dalam tahap perkembangan. Ketika mereka merasa kewalahan oleh rasa frustrasi, kelelahan, stres, atau kekecewaan, membentak menjadi jalan pintas yang tidak disadari untuk meluapkan seluruh emosi intens yang tidak sanggup mereka proses secara tenang.

Selain faktor internal, perilaku membentak juga bisa dipicu oleh peniruan lingkungan serta dorongan untuk mendapatkan kendali. Anak adalah peniru yang sangat ulung; jika mereka terbiasa melihat interaksi bernada tinggi di rumah atau media, mereka akan menganggap berteriak sebagai cara standar untuk mengekspresikan ketidaksetujuan. Di sisi lain, anak juga kerap membentak saat merasa tidak didengar atau ketika mencoba menguji batasan untuk merebut kendali atas situasi tertentu.

Langkah pertama yang paling krusial dalam mengatasi perilaku ini adalah dengan tetap tenang dan tidak membalas berteriak. Membalas bentakan anak dengan nada yang sama hanya akan memperburuk eskalasi konflik dan memvalidasi bahwa berteriak adalah cara yang sah untuk berkomunikasi. Dengan merespons secara tenang, ibu memberikan contoh nyata (co-regulation) tentang bagaimana cara menguasai emosi di tengah situasi yang memanas.

Setelah suasana mereda, ibu perlu memvalidasi emosi anak tanpa membenarkan perilakunya yang salah. Berikan pengertian bahwa merasa marah, kecewa, atau kesal adalah hal yang sepenuhnya manusiawi dan wajar, tetapi cara menyampaikannya dengan membentak adalah hal yang tidak dapat diterima. Pendekatan ini membantu anak belajar membedakan antara emosi yang mereka rasakan dengan tindakan yang mereka pilih.

Selanjutnya, ajarkan anak cara komunikasi alternatif untuk menyampaikan kekecewaan mereka secara sehat saat pikiran sudah kembali jernih. Bantu mereka mengenali dan mengutarakan perasaan menggunakan kata-kata yang sopan, seperti "Aku merasa kesal karena..." dibanding langsung berteriak. Selain itu, memperkuat ikatan emosional dan memberikan perhatian berkualitas di waktu-waktu santai akan membuat anak merasa lebih dihargai dan didengar.

Mengubah kebiasaan anak yang suka membentak bukanlah proses instan, melainkan perjalanan yang membutuhkan kesabaran, empati, dan konsistensi yang kuat. Dengan memadukan batasan yang tegas dan kepedulian yang tulus, ibu tidak hanya berhasil meredam perilaku membentak, tetapi juga membentuk karakter anak yang lebih matang secara emosional serta mempererat hubungan kasih sayang di dalam keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....