Empat Penghalang Terkabulnya Doa

  • 13 Agt 2026 05:21 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong – Doa merupakan salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam karena menjadi sarana seorang hamba memohon pertolongan, ampunan, dan berbagai kebaikan kepada Allah SWT dalam setiap keadaan kehidupan. Namun demikian, setiap Muslim juga perlu memahami bahwa terdapat beberapa perbuatan yang dapat menjadi penghalang terkabulnya doa sehingga penting untuk senantiasa memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas keimanan.

Kepala KUA Kecamatan Mukok, Eko Setyo Nugroho, dalam Obrolan program Mutiara Pagi Islam di RRI Sanggau, Jumat 7 Agustus 2026 mengatakan bahwa Allah SWT mencintai hamba yang senantiasa berdoa dengan penuh keyakinan, keikhlasan, dan kesabaran. Menurutnya, selain memperbanyak doa, seorang Muslim juga harus menjaga perilaku serta menjauhi berbagai hal yang dapat menghalangi diterimanya doa oleh Allah SWT agar setiap permohonan disertai dengan amal yang baik.

"Empat hal yang dapat menghalangi terkabulnya doa seorang Muslim yaitu mengonsumsi makanan dan harta yang haram, berbuat zalim kepada sesama, lalai menjalankan perintah Allah SWT, serta berdoa dengan isi yang memutuskan tali silaturahmi," ungkap Eko.

Ia menjelaskan bahwa terdapat beberapa penyebab yang dapat menghalangi terkabulnya doa seorang Muslim apabila tidak segera diperbaiki. Hal tersebut menjadi pengingat agar setiap umat Islam senantiasa melakukan muhasabah dan menjaga hubungan baik dengan Allah SWT maupun sesama manusia.

Eko menuturkan bahwa makanan dan harta yang diperoleh dengan cara yang tidak halal dapat mengurangi keberkahan hidup sekaligus menjadi penghalang diterimanya doa. Selain itu, perbuatan zalim kepada orang lain, baik melalui ucapan maupun tindakan, juga harus dihindari karena Islam mengajarkan keadilan, kasih sayang, dan penghormatan terhadap hak sesama manusia.

Menurutnya, kelalaian dalam menjalankan perintah Allah SWT, seperti mengabaikan kewajiban ibadah, dapat melemahkan hubungan seorang hamba dengan Sang Pencipta sehingga perlu segera diperbaiki melalui taubat dan peningkatan amal saleh. Ia juga mengingatkan agar umat Islam tidak memanjatkan doa yang berisi permusuhan atau memutuskan tali silaturahmi karena Islam sangat menjunjung tinggi persaudaraan, kasih sayang, dan persatuan di tengah kehidupan bermasyarakat.

"Seorang Muslim hendaknya selalu menjaga kehalalan rezeki, menjauhi kezaliman, menaati seluruh perintah Allah SWT, serta mempererat silaturahmi agar doa yang dipanjatkan lebih dekat kepada rahmat dan ridha-Nya," katanya.

Eko berharap masyarakat menjadikan doa tidak hanya sebagai permohonan kepada Allah SWT, tetapi juga sebagai momentum untuk terus memperbaiki akhlak, ibadah, dan hubungan dengan sesama. Ia mengajak umat Islam agar senantiasa menjaga keikhlasan, memperbanyak amal kebajikan, serta menjauhi segala perbuatan yang dapat menghalangi terkabulnya doa sehingga kehidupan menjadi lebih berkah, damai, dan diridhai Allah SWT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....