Minim Penguasaan Notasi Jadi Tantangan Utama Pelatih Pesparani OMK Beduai

  • 05 Agt 2026 14:10 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID,Entikong - Pelatih sekaligus Peserta Pesparani OMK Paroki Beduai, Godefridus Ferlang, mengungkapkan masih minimnya pemahaman anak muda terhadap notasi musik menjadi tantangan terbesar dalam proses pembinaan menuju Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani). Kondisi tersebut membuat materi latihan harus diawali dengan pengenalan dasar membaca notasi sebelum memasuki tahap penguasaan lagu.

"Banyak peserta yang belum memahami cara membaca notasi musik sehingga kami perlu memberikan pembelajaran dasar terlebih dahulu sebelum memulai latihan inti. Kondisi ini membuat tahapan pembinaan membutuhkan waktu lebih panjang agar seluruh peserta memiliki pemahaman yang sama, "kata Godefridus Ferlang, dalam Dialog Sanggau Menyapa RRI Sanggau, Rabu 5 Agustus 2026.

Menurutnya, kemampuan membaca notasi merupakan fondasi penting dalam membangun kualitas paduan suara. Tanpa pemahaman tersebut, peserta akan mengalami kesulitan mengikuti arahan pelatih dan menjaga ketepatan nada saat bernyanyi secara berkelompok.

"Selain penguasaan notasi, proses menentukan pembagian suara juga menjadi tantangan karena pelatih harus menyesuaikan karakter dan jangkauan vokal setiap peserta agar tercipta harmonisasi yang seimbang. Kami harus mencocokkan kemampuan mereka ke dalam kelompok sopran, alto, tenor, maupun bas agar harmonisasi lagu dapat terbentuk dengan baik," ujarnya.

Godefridus menilai, sebagian besar anggota Orang Muda Katolik (OMK) merupakan pelajar, mahasiswa, maupun pekerja yang memiliki jadwal dan tanggung jawab berbeda-beda. Kondisi tersebut mengharuskan pelatih menyusun waktu latihan secara fleksibel agar seluruh peserta tetap dapat mengikuti pembinaan tanpa mengurangi kualitas persiapan menuju Pesparani.

"Mengatur waktu latihan memang tidak mudah karena setiap peserta mempunyai aktivitas yang berbeda-beda. Namun kami tetap berkomitmen memanfaatkan setiap kesempatan latihan agar persiapan menuju Pesparani berjalan optimal dan mampu memberikan penampilan terbaik bagi Paroki Beduai," ungkapnya.

Godefridus menyampaikan, kendati menghadapi berbagai kendala, pelatih dan peserta tetap optimistis mampu meningkatkan kualitas penampilan melalui latihan yang disiplin dan kerja sama tim. Untuk itu diharapkan proses pembinaan yang dilakukan tidak hanya menghasilkan prestasi di ajang Pesparani, tetapi juga membentuk generasi muda Gereja yang memiliki kemampuan bermusik, disiplin, dan semangat melayani.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....