Allah Pemilik Segala Sesuatu, Manusia Dipanggil Menjadi Pengelola Bijaksana
- 03 Agt 2026 07:50 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID,Entikong - Pemahaman bahwa Allah adalah pemilik segala sesuatu dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan yang penuh rasa syukur, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama. Dalam ajaran Kristen, seluruh ciptaan, harta, kemampuan, dan kesempatan yang dimiliki manusia berasal dari Allah sehingga harus dikelola dengan bijaksana.
"Apa yang kita miliki hari ini hanyalah titipan yang harus dikelola dengan penuh tanggung jawab, bukan untuk disombongkan atau dimiliki secara egois," ungkap Pendeta Kristian Moses, Dosen STT Grace International Sanggau, dalam Obrolan Mutiara Pagi RRI Sanggau, Sabtu 1 Agustus 2026.
Menurutnya, pemahaman tersebut menjadi landasan bagi setiap orang percaya dalam membangun karakter yang rendah hati, jujur, dan bertanggung jawab. Kesadaran bahwa semua berasal dari Allah juga mendorong seseorang untuk menggunakan setiap berkat bagi kepentingan yang baik, bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi.
"Setiap harta, talenta, waktu, dan kesempatan yang Tuhan percayakan harus digunakan untuk menghadirkan kasih, melayani sesama, dan memuliakan nama Tuhan," katanya.
Ia menambahkan, prinsip tersebut semakin relevan diterapkan di tengah perkembangan zaman yang ditandai dengan meningkatnya gaya hidup materialistis dan orientasi pada kepemilikan. Melalui pemahaman bahwa Allah adalah pemilik segala sesuatu, masyarakat diharapkan tidak terjebak dalam sikap tamak, iri hati, maupun penyalahgunaan berkat yang telah dipercayakan.
"Ketika seseorang menyadari bahwa semua berasal dari Allah, ia akan lebih mudah hidup sederhana, gemar berbagi, peduli kepada sesama, dan setia mengelola setiap berkat yang dipercayakan Tuhan. Pada akhirnya, segala sesuatu adalah milik Allah dan digunakan untuk kemuliaan-Nya, ungkapnya.
Kristian menyampaikan, melalui pemahaman tersebut, masyarakat diharapkan semakin menyadari bahwa manusia hanyalah pengelola atas setiap anugerah yang Tuhan percayakan selama hidup di dunia. Kesadaran itu menjadi dasar untuk membangun kehidupan yang bertanggung jawab, menghargai sesama, menjaga ciptaan, serta menggunakan setiap berkat demi kebaikan bersama dan kemuliaan Allah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....