Permainan Gasing Tradisional Perlu Dilestarikan Generasi Muda Indonesia

  • 27 Jul 2026 07:46 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Permainan tradisional gasing merupakan salah satu warisan budaya yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sejak dahulu, selain menjadi hiburan, permainan ini juga mengandung nilai kebersamaan, sportivitas, serta melatih ketangkasan. Namun, di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan hadirnya berbagai permainan modern, eksistensi gasing kini mulai berkurang sehingga diperlukan upaya bersama untuk melestarikannya.

Sekretaris Persatuan Gasing Orang Sanggau(PEGASUS), Nur Affandi, mengatakan permainan gasing bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari sejarah dan identitas budaya yang harus terus dijaga agar tidak hilang ditelan zaman. Menurutnya, gasing menjadi permainan nostalgia yang mengingatkan masyarakat pada masa lalu, ketika anak-anak menghabiskan waktu bermain bersama di lingkungan sekitar.

"Gasing merupakan permainan tradisional yang memiliki nilai budaya dan menjadi bagian dari kenangan masa kecil masyarakat, karena itu, permainan ini perlu terus dilestarikan agar tetap dikenal oleh generasi muda," ungkap Nur Affandi dalam Dialog RRI Sanggau Menyapa, Jumat 24 Juli 2026.

Ia menjelaskan, saat ini tantangan terbesar dalam melestarikan permainan gasing adalah menurunnya minat generasi muda yang lebih akrab dengan permainan berbasis digital. Selain itu, jumlah pengrajin gasing juga semakin berkurang sehingga dikhawatirkan dapat mengancam keberlangsungan permainan tradisional tersebut di masa mendatang.

Affandi menilai dukungan pemerintah sangat diperlukan, baik melalui penyelenggaraan festival, perlombaan, pembinaan komunitas, maupun memasukkan permainan tradisional ke dalam berbagai kegiatan budaya dan pendidikan. Langkah tersebut dinilai mampu meningkatkan minat masyarakat sekaligus menjaga keberadaan gasing sebagai warisan budaya daerah.

"Dukungan pemerintah sangat penting melalui berbagai kegiatan pelestarian agar permainan gasing tetap hidup dan semakin dikenal oleh masyarakat, khususnya generasi muda," jelasnya.

Selain itu, di katakannya promosi melalui media sosial dan berbagai platform digital dinilai menjadi strategi yang efektif untuk memperkenalkan permainan gasing kepada masyarakat yang lebih luas. Menurutnya, konten berupa video atraksi, edukasi mengenai sejarah gasing, hingga dokumentasi turnamen dapat menarik perhatian generasi muda sekaligus memperluas jangkauan promosi.

Affandi menambahkan, gasing memiliki berbagai jenis dengan bentuk, ukuran, dan karakteristik yang berbeda sesuai daerah dan bahan pembuatannya. Keberagaman tersebut menjadi kekayaan budaya yang patut dipertahankan, namun keberadaan para pengrajin gasing kini semakin sedikit sehingga diperlukan perhatian bersama agar keahlian membuat gasing tidak ikut punah.

Ia berharap pelestarian permainan gasing dapat terus ditingkatkan melalui kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dunia pendidikan, dan masyarakat. Dengan demikian, permainan tradisional ini tidak hanya menjadi kenangan masa lalu, tetapi juga tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

"Kami berharap permainan gasing semakin mendapat perhatian, baik melalui pelestarian, pembinaan, maupun promosi yang berkelanjutan sehingga warisan budaya ini tetap lestari dan dikenal oleh generasi mendatang," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....