Bijak Digital, Iman Tetap Terjaga

  • 22 Jul 2026 15:57 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong – Perkembangan teknologi informasi dan media digital membawa berbagai kemudahan dalam kehidupan masyarakat, mulai dari memperoleh informasi hingga berkomunikasi tanpa batas ruang dan waktu. Namun, derasnya arus informasi juga menjadi tantangan besar bagi setiap Muslim agar tetap mampu menjaga keimanan, akhlak, serta lisan dalam memanfaatkan teknologi secara bijaksana dan bertanggung jawab.

Pelaksana Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Beduai, Iswadi, dalam Obrolan program Mutiara Pagi Islam di RRI Sanggau, Rabu 22 Juli 2026 mengatakan bahwa kemajuan teknologi harus disikapi dengan penuh kebijaksanaan agar tidak membawa dampak buruk terhadap kehidupan spiritual maupun hubungan sosial. Menurutnya, setiap individu perlu memiliki kemampuan menyaring informasi serta mengendalikan diri agar tidak mudah terpengaruh oleh konten negatif yang berpotensi merusak akhlak dan melemahkan keimanan.

"Jangan sampai hati menjadi lalai di era digital akibat derasnya arus informasi yang tidak tersaring, karena hal tersebut dapat melemahkan keimanan, merusak akhlak, dan mendorong seseorang mudah berkata atau berkomentar tanpa menjaga adab serta kebenaran," ungkap Iswadi.

Ia menjelaskan bahwa hati yang lalai terhadap nilai-nilai agama akan lebih mudah terpengaruh oleh berbagai informasi yang tidak benar maupun perilaku yang menyimpang di ruang digital. Ia menegaskan bahwa memperkuat keimanan, membiasakan muhasabah, serta menjaga akhlak menjadi benteng utama agar setiap Muslim mampu menghadapi derasnya arus informasi tanpa kehilangan nilai-nilai kebaikan dan tuntunan agama.

Menurutnya, teknologi pada dasarnya merupakan sarana yang dapat membawa banyak manfaat apabila digunakan untuk menyebarkan ilmu, mempererat silaturahmi, dan mengajak kepada kebaikan. Sebaliknya, apabila digunakan tanpa kendali, media digital dapat menjadi pintu masuk berbagai perilaku negatif yang merusak persaudaraan, menimbulkan perpecahan, serta menjauhkan seseorang dari nilai-nilai keislaman.

"Oleh karena itu, setiap Muslim perlu memperkuat iman, menjaga lisan, bijak menggunakan media digital, serta menyaring setiap informasi agar teknologi menjadi sarana menyebarkan kebaikan, bukan penyebab lahirnya dosa dan perpecahan," katanya.

Iswadi berharap masyarakat semakin bijak memanfaatkan perkembangan teknologi dengan tetap menjadikan Al-Qur'an dan ajaran Islam sebagai pedoman dalam bersikap, berbicara, serta berinteraksi di dunia digital maupun kehidupan sehari-hari. Ia juga mengajak seluruh umat Islam untuk menjadikan media digital sebagai wadah menebarkan dakwah, memperkuat ukhuwah, serta membangun peradaban yang penuh akhlak mulia, kedamaian, dan keberkahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....