Bapperida dan Disbunnak Bahas Desain Intervensi Sawit Berkelanjutan di Sanggau
- 21 Jul 2026 15:55 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Program Food Systems, Land Use and Restoration (FOLUR) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Desain Intervensi Komoditas Kelapa Sawit di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sanggau. Kegiatan tersebut dihadiri pemerintah daerah, penyuluh perkebunan, pemerintah desa, kelompok pekebun, serta berbagai mitra pembangunan.
Perwakilan Bapperida Kabupaten Sanggau, Jungkas, mengatakan FGD membahas hasil pendataan dan pemetaan pekebun yang telah dilakukan pada kegiatan lapangan sehari sebelumnya. Selain itu, peserta juga mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi pekebun, seperti legalitas lahan, penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas, serta akses terhadap pendampingan dan kemitraan.
"Hasil pendataan dan desain intervensi diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan serta perencanaan pembangunan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan di Kabupaten Sanggau," kata Jungkas, dalam FGD Penyusunan Desain Intervensi Komoditas Kelapa Sawit di Kantor Bapperida Kabupaten Sanggau, Rabu 15 Juli 2026.
Dijelaskannya, hasil pendataan pekebun menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan perkebunan kelapa sawit di daerah. Menurutnya, data yang akurat akan membantu pemerintah menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan pekebun swadaya.
Sementara itu, perwakilan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sanggau, Kacuk Firtianto, mengatakan penguatan pendataan harus berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas pekebun agar produktivitas dapat terus meningkat. Ia menilai peningkatan kapasitas dan legalitas pekebun menjadi fondasi penting dalam pengembangan perkebunan sawit berkelanjutan.
"Pentingnya penguatan pendataan pekebun, kelembagaan, legalitas lahan, serta peningkatan kapasitas melalui penerapan Good Agricultural Practices (GAP) sebagai fondasi peningkatan produktivitas yang berkelanjutan," ujar Kacuk Firtianto.
Firtianto menegaskan, melalui FGD tersebut, peserta menyusun rekomendasi awal berupa penguatan basis data pekebun, peningkatan kapasitas melalui GAP, penguatan kelembagaan, percepatan legalitas lahan dan STDB, pengembangan sistem traceability, serta peningkatan kemitraan dan akses pembiayaan. Dokumen desain intervensi yang dihasilkan akan menjadi acuan pelaksanaan Program FOLUR untuk mendukung pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan di Kabupaten Sanggau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....