Buah Durian Gagal Matang? Ini Sebabnya

  • 25 Jun 2026 15:15 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Sebagai komoditas buah tropis yang sangat bernilai tinggi, durian menuntut proses perawatan dan kondisi lingkungan yang ideal agar dapat menghasilkan daging buah yang legit, manis, dan beraroma harum. Namun, para petani maupun pencinta durian kerap kali dihadapkan pada kekecewaan ketika mendapati buah yang dipanen justru tidak matang dengan sempurna.

Faktor iklim dan ketersediaan air memegang peranan paling krusial dalam fase pengisian dan pematangan buah durian di pohon. Curah hujan yang terlalu tinggi atau banjir sesaat menjelang masa panen sering menjadi pemicu utama daging buah menjadi becek, hambar, dan gagal matang dengan rata. Ketika pohon durian menyerap air secara berlebihan, konsentrasi padatan terlarut seperti gula dan pati di dalam buah akan terencerkan.

Untuk menghasilkan buah yang matang sempurna, pohon durian membutuhkan pasokan unsur hara yang seimbang selama masa pertumbuhannya. Kurangnya pemberian pupuk yang kaya akan unsur Kalium (K), Kalsium (Ca), dan Boron (B) pada fase pembungaan dan pembuahan sering kali menjadi biang keladi kualitas daging buah yang buruk. Kalium bertanggung jawab penuh dalam proses translokasi gula dan pembentukan rasa manis pada daging buah.

Serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) juga menjadi faktor eksternal yang merusak metabolisme pematangan buah durian. Hama legendaris seperti penggerek buah (Conogethes punctiferalis) membuat lubang pada kulit durian untuk meletakkan larva yang kemudian memakan bagian dalam buah. Selain itu, infeksi jamur seperti Phytophthora palmivora yang menyebabkan busuk buah sering kali menyerang saat kelembapan udara tinggi.

Dari sisi manajemen budidaya, kesalahan manusia (human error) dalam menentukan waktu petik memegang andil besar terhadap fenomena durian mentah. Beberapa petani atau pengepul terkadang tergiur untuk memanen durian lebih awal demi mengejar harga pasar yang tinggi atau mengantisipasi cuaca buruk. Durian yang dipetik terlalu dini belum mencapai indeks kematangan fisiologis yang cukup di pohon, sehingga kandungan patinya belum terkonversi menjadi gula secara optimal.

Setelah dipetik dari pohon, durian masih melakukan proses respirasi (bernapas) yang membutuhkan sirkulasi udara dan suhu ruangan yang tepat agar hormon etilen dapat bekerja merata. Kesalahan dalam proses pascapanen, seperti menumpuk durian di tempat yang terlalu panas, lembap, atau dalam wadah yang tertutup rapat tanpa ventilasi, dapat memicu pembusukan prematur akibat akumulasi panas yang berlebih (overheating).

Untuk mencegah terjadinya buah durian yang gagal matang, para pekebun harus menerapkan sistem perawatan tanaman secara terpadu dan disiplin. Hal ini meliputi pengaturan sistem drainase air yang baik di sekitar area perakaran, pemberian pupuk berkala yang sesuai dengan fase pertumbuhan tanaman, serta perlindungan buah menggunakan jaring atau pembungkus khusus dari serangan hama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....