Media Sosial Dinilai Perlihatkan Lunturnya Rasa Malu Masyarakat

  • 21 Mei 2026 12:49 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Lunturnya rasa malu dinilai menjadi salah satu penyebab menurunnya akhlak masyarakat pada perkembangan zaman sekarang. Fenomena tersebut terlihat melalui kebiasaan mempertontonkan perilaku negatif secara terbuka melalui berbagai platform media sosial.

Penyuluh Agama Islam Kecamatan Parindu, Ageng Setia Perdana, menyebut hilangnya rasa malu dapat menjauhkan manusia dari nilai agama. Kondisi tersebut perlu segera diatasi melalui penguatan pendidikan moral sejak lingkungan keluarga dan masyarakat.

“Sekarang banyak orang bangga memperlihatkan kesalahan dan perilaku buruknya secara terbuka melalui media sosial sehari-hari. Padahal dahulu masyarakat justru merasa takut apabila kesalahan pribadinya diketahui oleh orang lain,” kata Ageng dalam Program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Sanggau, Kamis 21 April 2026.

Disampaikannya, rasa malu dapat dibangun kembali melalui introspeksi diri serta meningkatkan kesadaran pengawasan Allah dalam kehidupan sehari-hari. Langkah tersebut dinilai penting menjaga perilaku manusia tetap berada dalam batas ajaran agama dan norma sosial.

“Manusia harus membiasakan muhasabah terhadap dirinya agar mampu membedakan perilaku benar maupun perilaku yang salah. Kesadaran selalu diawasi Allah juga mampu menjadi pengingat supaya seseorang menjaga tindakan dan perkataannya,” katanya.

Ia menilai perkembangan teknologi seharusnya dimanfaatkan memperkuat pendidikan moral, bukan justru memperbesar penyimpangan perilaku masyarakat modern sekarang. Media sosial menurutnya dapat menjadi sarana edukasi apabila digunakan secara bijak, bertanggung jawab, serta memberikan manfaat positif.

“Perkembangan teknologi seharusnya membantu masyarakat menyebarkan nilai kebaikan dan memperkuat pendidikan akhlak generasi muda. Penggunaan media sosial secara bijak akan membantu menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan beretika,” ungkapnya.

Tambah Ageng, masyarakat diimbau untuk memperkuat pendidikan agama serta pengawasan lingkungan agar generasi muda terhindar dari perilaku merusak moral kehidupan. Menurutnya, akhlak baik harus dibangun bersama melalui keluarga, pendidikan, dan lingkungan sosial yang sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....