Faktor Utama Pemicu Konflik dalam Keluarga

  • 07 Mei 2026 06:37 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID,Entikong - Konflik dalam keluarga hingga kini masih menjadi persoalan sosial yang sering terjadi di tengah masyarakat, baik di lingkungan perkotaan maupun pedesaan. Perselisihan dalam rumah tangga umumnya dipicu oleh berbagai faktor yang saling berkaitan dan berdampak pada keharmonisan hubungan antaranggota keluarga.

“Kurangnya komunikasi yang sehat menjadi penyebab paling sering muncul dalam konflik rumah tangga. Banyak pasangan maupun orang tua dan anak yang jarang berdialog secara terbuka sehingga kesalahpahaman mudah terjadi,” ungkap Sri Sartika, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Tayan Hilir, dalam Obrolan Mutiara Pagi RRI Sanggau, Kamis 7 Mei 2026.

Ia menjelaskan, komunikasi yang baik bukan hanya sekadar berbicara, tetapi juga kemampuan mendengarkan dan memahami perasaan anggota keluarga lainnya. Menurutnya, sikap saling menghargai dalam komunikasi dapat membantu menciptakan suasana rumah yang harmonis dan mengurangi potensi pertengkaran.

“Selain komunikasi, ego yang tinggi juga sering memicu konflik dalam keluarga. Sikap ingin menang sendiri dan sulit mengalah membuat persoalan kecil berkembang menjadi pertikaian yang lebih besar,” ujarnya.

Menurutnya, tekanan ekonomi dan tuntutan hidup yang semakin meningkat juga dinilai menjadi faktor yang memperbesar risiko konflik rumah tangga. Kondisi keuangan yang tidak stabil sering memengaruhi emosi anggota keluarga, terlebih ketika kebutuhan sehari-hari terus meningkat sementara penghasilan terbatas.

“Pengaruh media sosial dan kurangnya pemahaman agama turut memengaruhi keharmonisan keluarga saat ini, apabila mendsos mengurangi interaksi langsung dalam keluarga, sedangkan pemahaman agama yang baik dapat menjadi pondasi untuk membangun sikap sabar, saling menghormati, dan bertanggung jawab,” ucapnya.

Sri Sartika berharap setiap keluarga mampu membangun komunikasi yang sehat, mengendalikan ego, serta memperkuat nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, konflik dalam keluarga dapat diminimalkan sehingga tercipta rumah tangga yang harmonis, damai, dan penuh rasa saling pengertian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....