Golden Age Anak Tak Boleh Terlewat, Pentingnya Pendidikan Karakter sejak Dini
- 19 Apr 2026 15:32 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Masa usia dini merupakan fase fundamental yang sangat krusial dalam membentuk pondasi karakter anak yang kelak akan melekat hingga mereka tumbuh dewasa. Pada periode ini, setiap stimulus baik berupa pengalaman, interaksi, maupun pembiasaan memiliki peran yang sangat signifikan dalam membentuk arah perkembangan kepribadian, pola pikir, serta sikap hidup mereka di masa mendatang.
Kepala Sekolah TK Protaba Islamic School Singkawang Sherina, mengungkapkan bahwa penanaman pendidikan karakter idealnya dimulai sejak rentang usia 0 hingga 6 tahun. Fase tersebut sebagai golden age yang sangat menentukan, sehingga tidak boleh diabaikan karena menjadi landasan utama dalam membentuk kepribadian anak ke depannya.
"Kalau menurut saya pribadi itu sangat penting ya, karena usia 0 sampai 6 tahun itu golden age mereka. Jadi mereka lebih mudah menyerap sesuatu dan belajar banyak hal," ungkapnya dalam Obrolan Sore Ceria Pro2 RRI Sanggau, Jumat 17 April 2026.
Sherina menjelaskan bahwa pendidikan karakter dapat ditanamkan melalui pembiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dalam keseharian anak. Nilai-nilai dasar tersebut menjadi fondasi yang kokoh dalam membentuk sikap, perilaku, dan kepribadian anak sejak dini.
"Seperti mengajarkan empat kata ajaib seperti tolong, maaf, permisi, dan terima kasih itu hal dasar. Dari situ anak belajar komunikasi yang baik sejak dini," ujarnya.
Selain penanaman adab, kata Sherina, pendidikan agama juga menjadi salah satu pilar utama dalam pembentukan karakter anak sejak usia dini. Kebiasaan-kebiasaan kecil seperti berdoa sebelum dan sesudah melakukan aktivitas memiliki dampak yang besar dan berkelanjutan dalam membentuk kepribadian serta kebiasaan positif anak di masa depan.
"Belajar harus diawali doa dan diakhiri hamdalah, itu kebiasaan sederhana tapi sangat penting. Karena anak akan membawa itu sampai besar nanti," katanya.
Tantangan terbesar yang dihadapi saat ini kata Sherina adalah semakin kuatnya pengaruh teknologi yang begitu dekat dan mudah diakses oleh anak-anak usia dini. Kondisi ini, menurutnya, menuntut adanya sinergi dan kolaborasi yang erat antara guru di sekolah dan orang tua di rumah agar pendampingan anak tetap seimbang dan terarah.
Sherina mengajak para orang tua serta generasi muda untuk lebih memberikan perhatian serius terhadap pentingnya pendidikan karakter sejak dini. Ia berharap seluruh pihak dapat bergandengan tangan dalam membentuk generasi yang tidak hanya berakhlak mulia, tetapi juga memiliki daya saing dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....