Inovasi Mahasiswi Pontianak Dorong Pertanian Ramah Lingkungan

  • 18 Apr 2026 16:40 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, EntikongDi tengah ketergantungan petani terhadap pupuk kimia, secercah harapan muncul dari tangan generasi muda. Inovasi ramah lingkungan kini mulai digaungkan sebagai solusi menjaga kesuburan tanah dan kualitas pangan oleh kalangan Masiswa Pertanian di Kalimantan Barat.

Salah satu inisiatif tersebut datang dari Angelina Merikana Mika, mahasiswi Ilmu Pertanian Politeknik Tonggak Equator Kalimantan Barata. Ia aktif meneliti alternatif pupuk alami yang lebih aman dan berkelanjutan bagi sektor pertanian.

“Penggunaan pupuk organik cair lebih baik karena mampu menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang,” ungkap dalam program Green Radio di RRI Sanggau, Sabtu 18 April 2026.

Menurutnya, pupuk organik cair memiliki sejumlah keunggulan yang tidak dimiliki pupuk sintetis. Selain lebih aman bagi lingkungan, penggunaannya juga mampu menjaga keseimbangan ekosistem tanah secara berkelanjutan.

Ia menyampaikan, penelitiannya berfokus pada tanaman kedelai sebagai salah satu komoditas pangan strategis. Diakuinya konsep ini terdorong dari kebutuhan sederhana, yakni menyediakan bahan pangan sehat bagi konsumsi keluarga.

Mika menilai, hingga kini masih banyak petani yang bergantung pada pupuk kimia dan pestisida sintetis. Padahal, penggunaan berlebihan berpotensi merusak struktur tanah serta berdampak pada kesehatan manusia.

Melalui inovasinya, ia memanfaatkan limbah ikan dan bahan organik lainnya untuk diolah menjadi pupuk cair bernutrisi tinggi. Selain mengurangi limbah, metode ini juga memberikan nilai tambah bagi sektor pertanian.

Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa pupuk organik cair mampu bersaing dengan pupuk kimia. Bahkan dalam beberapa aspek, hasilnya dinilai lebih sehat serta mendukung pertanian berkelanjutan dalam jangka panjang.

Upaya ini kata Mika, diharapkan dapat menginspirasi petani untuk beralih ke metode yang lebih ramah lingkungan. Tidak hanya meningkatkan kualitas panen, tetapi juga menciptakan sistem pertanian yang lebih aman, higienis, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....