Rezeki Tak Sekadar Harta, Ini Tingkatannya dalam Islam

  • 17 Apr 2026 15:31 WIB
  •  Entikong

RRRI.CO.ID, Entikong Pemahaman tentang rezeki dalam Islam kerap kali masih terbatas pada aspek materi semata. Padahal, dalam perspektif keislaman, rezeki memiliki makna yang jauh lebih luas, mencakup segala bentuk kebaikan yang dianugerahkan Allah SWT kepada manusia.

Kepala KUA Kecamatan Mukok, Eko Setyo Nugroho dalam program Obrolan Mutiara Pagi RRI Sanggau, Jumat 17 April 2026 mengungkapkan bahwa memahami tingkatan rezeki menjadi penting agar setiap individu mampu menjalani hidup dengan lebih bijak dan proporsional. Para ulama menjelaskan bahwa rezeki memiliki beberapa tingkatan. Pada level paling dasar adalah harta, yang meskipun penting untuk memenuhi kebutuhan hidup, namun bersifat terbatas dan dapat habis.

“Dalam kitab disebutkan, harta itu adalah rezeki yang tingkatannya paling rendah,” kata Eko.

Di atas harta, terdapat kesehatan sebagai rezeki yang lebih tinggi. Kesehatan menjadi penopang utama bagi manusia untuk menjalani aktivitas dan meraih berbagai kebaikan dalam hidup.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa anak yang saleh dan salehah merupakan rezeki yang paling utama, karena menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir meskipun seseorang telah meninggal dunia.

Pada tingkatan tertinggi, rezeki yang paling sempurna adalah ridha Allah SWT. Nilai ini menjadi tujuan akhir yang seharusnya dicapai oleh setiap muslim dalam menjalani kehidupan.

Eko menjelaskan, pandangan yang membatasi rezeki hanya pada harta merupakan pemahaman yang sempit. Pasalnya, harta dapat dimiliki oleh siapa saja, tanpa selalu mencerminkan kualitas keimanan seseorang.

“Kenapa harta berada di tingkat paling rendah, karena bisa dimiliki oleh siapa pun, baik yang rajin maupun tidak,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tidak semua harta diperoleh dengan cara yang benar. Oleh sebab itu, harta tidak seharusnya dijadikan tujuan utama, melainkan sebagai sarana untuk meraih ridha Allah SWT.

Menurutnya, setiap harta yang dimiliki akan dimintai pertanggungjawaban, baik dari segi sumber maupun cara penggunaannya. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk mencari rezeki secara halal dan memanfaatkannya untuk kebaikan.

“Harta seharusnya menjadi wasilah untuk menggapai ridha Allah, karena semuanya akan dipertanggungjawabkan,” ucapnya.

Dengan memahami tingkatan rezeki ini, masyarakat kata Eko, diharapkan tidak terjebak pada orientasi materi semata. Sebaliknya, mereka dapat memaknai rezeki secara lebih luas dan menjadikannya sebagai jalan untuk mencapai kehidupan yang berkah dan bermakna.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....