Dari Viral ke Bahaya Nyata, Hoaks Bisa Picu Kepanikan Massal
- 11 Apr 2026 15:19 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Penyebaran hoaks tidak hanya berhenti pada ranah misinformasi semata, tetapi juga dapat menjelma menjadi persoalan serius yang berdampak nyata di tengah masyarakat. Tak jarang, informasi yang belum terverifikasi kebenarannya mampu memicu kepanikan massal hingga mendorong tindakan-tindakan merugikan yang meluas.
Pemeriksa Fakta Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) Pontianak, Sahri Ramadhan, menyoroti bahwa sebaran hoaks umumnya ikut menumpang pada isu-isu yang sedang ramai diperbincangkan publik. Dicontohkan salah satunya adalah isu kelangkaan bahan bakar yang sempat memicu kepanikan dan kegelisahan publik di sejumlah daerah.
“Hoaks biasanya mengikuti momen yang sedang viral, seperti politik atau isu ekonomi. Dampaknya bisa membuat masyarakat panik dan mengambil keputusan yang tidak tepat,” ungkap Sahri dalam Obrolan Sore Ceria Pro 2 RRI Sanggau, Jumat 10 April 2026.
Sahri menjelaskan bahwa kepanikan kerap terjadi ketika masyarakat menerima informasi begitu saja tanpa melakukan proses verifikasi terlebih dahulu. Fenomena panic buying menjadi salah satu dampak nyata yang muncul akibat cepatnya penyebaran hoaks di tengah publik.
“Salah satu dampaknya adalah masyarakat berbondong-bondong membeli sesuatu karena takut kehabisan, padahal informasinya belum tentu benar,” ujarnya.
Ia mengatakan, dampak hoaks tidak hanya terbatas pada aspek ekonomi, tetapi juga dapat merambah ke sektor kesehatan masyarakat. Penyebaran informasi palsu terkait vaksin pernah menjadi salah satu faktor yang menghambat upaya penanganan pandemi secara lebih optimal.
“Hoaks kesehatan sangat berbahaya karena bisa membuat orang menolak pengobatan atau vaksin. Dampaknya bisa meluas ke banyak orang,” jelasnya.
Sahri menambahkan, masyarakat perlu membiasakan diri untuk menahan sejenak sebelum membagikan suatu informasi agar tidak ikut memperluas dampak hoaks. Oleh sebab itu diharapkan setiap individu dapat berperan aktif dalam memutus rantai penyebaran informasi palsu demi terciptanya ketenangan, keamanan, dan ekosistem digital yang lebih sehat bagi bersama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....