Strategi Akademisi Kesehatan Lingkungan Kurangi Penggunaan Plastik

  • 09 Apr 2026 11:25 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID,Entikong - Akademisi kesehatan lingkungan Politeknik Kesehatan Pontianak mengambil langkah strategis untuk mengurangi penggunaan plastik di masyarakat. Tujuan utama mereka adalah membangun perubahan sistemik yang berkelanjutan, bukan sekadar mengikuti tren ramah lingkungan sesaat.

Akademisi Kesehatan Lingkungan Poltekes Pontianak, Suharno, mengatakan langkah yang dijalankan adalah edukasi intensif. Masyarakat diberikan pemahaman tentang dampak negatif plastik terhadap kesehatan dan lingkungan, serta alternatif ramah lingkungan yang bisa digunakan sehari-hari.

“Edukasi tepat menanamkan kebiasaan ramah lingkungan efektif, membentuk perilaku positif yang bertahan dalam kehidupan sehari - hari,” ungkap Suharno, dalam Dialog RRI Sanggau Menyapa, Kamis 9 April 2026.

Strategi kedua adalah menjalin kerja sama dengan pihak terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Kesehatan. Kolaborasi ini memungkinkan penyusunan program pengurangan plastik yang terarah, monitoring implementasi, dan evaluasi dampak di berbagai wilayah.

Selain itu, kata Suharno, penelitian dan kajian ilmiah menjadi landasan penting. Tim akademisi melakukan studi terkait penggunaan plastik, dampaknya terhadap kesehatan masyarakat, serta efektivitas metode pengurangan yang diterapkan. Hasil penelitian menjadi dasar rekomendasi kebijakan dan program pemerintah daerah.

“Data ilmiah kami wujudkan menjadi tindakan positif lingkungan,” ujar Suharno.

Langkah keempat adalah pemberdayaan masyarakat melalui gerakan pilah sampah yang melibatkan ibu-ibu. Program ini mendorong pengelolaan sampah di rumah tangga, sekaligus menanamkan kebiasaan memilah plastik dan bahan ramah lingkungan.

“Peran Ibu-ibu mesti aktif pilah sampah, dampak positif terasa luas,” katanya.

Suharno berharap dengan strategi terpadu ini, akademisi kesehatan lingkungan berharap penggunaan plastik dapat berkurang signifikan, dan masyarakat dapat hidup lebih sehat serta ramah lingkungan. Dukungan dari masyarakat, sekolah, dan pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan program jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....