Lulus Dari Madrasah Ramadhan Terlihat dari Istiqomah dalam Ibadah Sehari-hari
- 17 Mar 2026 07:45 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Ramadhan sering diibaratkan sebagai madrasah spiritual yang mendidik umat Islam selama satu bulan penuh untuk meningkatkan ibadah, memperbaiki akhlak, dan memperbanyak amal kebaikan. Layaknya sebuah sekolah, ada yang berhasil lulus dan ada yang tidak lulu”, yang lulus dari madrasah Ramadhan dengan mempertahankan kebiasaan baiknya, namun ada pula yang belum mampu menjaga nilai-nilai yang telah dipelajari setelah bulan suci berlalu.
Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kapuas, Uswatun Khasanah, mengatakan Ramadhan merupakan momentum pendidikan rohani yang sangat penting bagi umat Islam untuk melatih diri menjadi pribadi yang lebih baik. Pada bulan suci ini, berbagai ibadah seperti sholat tarawih, tadarus Al-Qur’an, dan memperbanyak sedekah dilakukan secara intensif sebagai latihan agar kebiasaan baik tersebut tetap terjaga meski Ramadhan telah berakhir.
“Ramadhan seperti madrasah yang melatih umat Islam selama sebulan penuh, jika setelahnya tetap rajin sholat, membaca Al-Qur’an, menjaga akhlak, dan gemar bersedekah, itulah tanda lulus dari madrasah Ramadhan,” ungkap Uswatun Khasanah dalam Obrolan Mutiara Pagi RRI Entikong, Selasa, 17 Maret 2026.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan seseorang dalam menjalani Ramadhan tidak hanya diukur dari semangat ibadah selama bulan tersebut saja. Lebih dari itu, ukuran sebenarnya terlihat dari konsistensi atau istiqomah dalam mempertahankan kebiasaan baik setelah Ramadhan berlalu.
Menurunya, Orang yang benar-benar mengambil pelajaran dari Ramadhan biasanya akan tetap menjaga sholat lima waktu, bahkan melengkapinya dengan ibadah sunnah. Selain itu, kebiasaan membaca Al-Qur’an yang telah dibangun selama Ramadhan juga tetap dijaga, meskipun intensitasnya mungkin tidak sebanyak saat bulan puasa.
Tidak hanya ibadah ritual, kata Khasanah, Ramadhan juga mengajarkan pentingnya menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Kesabaran, kejujuran, serta kepedulian sosial melalui sedekah menjadi nilai-nilai yang seharusnya terus dipraktikkan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Ramadhan bukan sekadar ibadah sebulan, tetapi momentum perubahan diri, jika setelahnya seseorang kembali meninggalkan sholat, jarang membaca Al-Qur’an, dan enggan bersedekah, maka pelajaran dari madrasah Ramadhan belum sepenuhnya dihayati,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....