Ustadz Restu Abi Ajak Anak Muda Kembali Qur’an
- 15 Mar 2026 19:10 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Banyak anak muda saat ini diliputi rasa kebimbangan terhadap berbagai hal dalam kehidupan mereka. Kekhawatiran tentang masa depan, jodoh, serta bagaimana kehidupan yang akan dijalani di kemudian hari sering kali menjadi beban pikiran padahal dalam keyakinan umat beriman terdapat kepercayaan bahwa Allah akan selalu membimbing setiap hamba nya dalam menjalani kehidupan.
Komandan Paskas Kabupaten Mempawah Ustadz Restu Abi, dalam obrolan tauladan RRI SP Sanggau, Jum'at 13 Maret 2026, menyampaikan kondisi tersebut menunjukkan bahwa kegelisahan mengenai masa depan menjadi fenomena yang cukup banyak dialami generasi muda saat ini. Berbagai tekanan mulai dari tuntutan kehidupan, karier, hingga persoalan pribadi, kerap memunculkan rasa ragu dan ketidakpastian.
"Hari ini banyak anak muda yang suka bimbang dirinye, bimbang dengan masa depannye, bimbang dengan jodohnye , bimbang dengan bagaimane kedepannye nanti, bimbang dengan kehidupan – kehidupan nye nanti padahal Allah sendiri itu sidah pasti akan membimbing kita sebagai umatnye ," kata Ustadz Restu Abi.
Menurutnya, dalam Islam dijelaskan bahwa Allah SWT menguji hamba-Nya dengan ujian yang tidak melebihi kemampuan, bahkan dalam Al-Qur’an disebutkan ujian tersebut berupa sedikit rasa takut, kekurangan harta, jiwa. Hal ini menunjukkan bahwa cobaan yang diberikan kepada manusia pada dasarnya masih dalam kadar yang terbatas, Namun dalam kehidupan ini tidak sedikit anak muda yang merasa sangat khawatir terhadap masa depan mereka.
"Jadi Allah itu menguji kita dengan sangat sedikit, Allah sudah memberi kita kata kunci sedikit ketakutan, kelaparan kekurangan harta, jadi kalo disini banyak anak muda yang masa depannya ndak jadi pegawai ndak jadi orang takut dengan masa depan, padahal Allah sudah ngasi kate kunci yakni Allah Menguji dengan sedikit sekali ujian ," ujarnya.
Ustadz Restu menjelaskan manusia diajarkan untuk berserah diri kepada Allah SWT dan sesungguhnya aku adalah milik Allah, ungkapan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap manusia sepenuhnya berada dalam ketetapan. Ketika seseorang menghadapi berbagai pertanyaan, tekanan, dan kegelisahan dalam hidup, maka ia perlu kembali meneguhkan keyakinan dalam dirinya bahwa dirinya adalah milik Allah SWT
"Jadi kalo pertama kita balik dengan Al-Qur’an lalu kedua kita berserah diri kepada Allah jadi orang – orang yang dapat musibah mereka berkata sesungguhnya aku ini milik Allah ketika hari ini kita kena cecar dengan pertanyaan – pertanyaan balik lagi kite mengatekan ke diri kita sesungguhnye aku ini milik Allah dan Kembali kepada Allah," ucapnya
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....