Keuskupan Sanggau Ajak Umat Latihan Iman di Masa Pra Paskah
- 22 Feb 2026 08:16 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID,Entikong - Masa Pra-Paskah menjadi waktu yang istimewa bagi umat Kristiani untuk memperdalam iman melalui puasa, doa, dan pertobatan. Gereja memberikan masa ini sebagai kesempatan untuk mengasah diri, menata hati, serta memperbarui komitmen hidup dalam terang kasih Kristus.
Anggota Komisi Katekese Keuskupan Sanggau, Yohanes Sunardi, mengatakan bahwa puasa dalam masa Pra-Paskah bukan sekadar menahan makan dan minum, melainkan latihan rohani untuk mempertajam kepekaan hati terhadap Tuhan dan sesama. Dengan demikian, puasa menumbuhkan kepedulian dan kasih terhadap sesama.
“Puasa membantu kita mengendalikan diri dan membuka ruang batin agar lebih peka terhadap suara Tuhan,” kata Yohanes dalam obrolan mutiara pagi RRI Entikong, Minggu 22 Februari 2026.
Menurut Yohanes, refleksi selama Pra-Paskah perlu diwujudkan dalam kegiatan konkret. Ia menekankan pentingnya aksi nyata seperti berbagi kepada sesama yang membutuhkan, memperbaiki relasi dalam keluarga, serta terlibat aktif dalam pelayanan di lingkungan gereja dan masyarakat.
Ia menambahkan bahwa masa yang diberikan Gereja ini adalah waktu pembinaan diri, apakah setelah melaksanakan puasa, berdampak pada penguatan diri dan perubahan. Umat diajak untuk melihat kembali perjalanan hidup, mengakui kelemahan, serta membangun tekad untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
“Inilah saatnya kita mengasah diri, bukan hanya secara lahiriah tetapi terutama secara batiniah,” kata dia.
Lebih lanjut, Yohanes menjelaskan bahwa puasa Pra-Paskah juga menjadi jalan untuk menghadirkan pengharapan iman. Dalam setiap pengorbanan kecil yang dilakukan dengan tulus, umat diajak untuk semakin menyadari makna pengorbanan Kristus menjelang Paskah.
Dengan demikian, masa Pra-Paskah tidak berhenti pada ritual semata, tetapi menjadi perjalanan rohani yang membawa pembaruan hidup. Puasa selalu diiringi doa dan amal kasih. Umat diharapkan mampu memaknai puasa sebagai sarana pembentukan karakter dan pendewasaan iman.
Melalui refleksi dan tindakan nyata selama Pra-Paskah, kata Yohanes, Gereja berharap umat semakin bertumbuh dalam kasih, keteguhan, dan pengharapan. Puasa pun menjadi momentum untuk menghadirkan iman yang hidup di tengah keluarga, Gereja, dan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....