Mengasah Literasi Digital dan Karakter Siswa di Era Teknologi

  • 19 Feb 2026 14:24 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Perubahan zaman memengaruhi cara generasi muda memperoleh informasi dan belajar. Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi para pendidik untuk berinovasi.

Dosen IAIN Pontianak, Alvira Pranata, menyampaikan guru harus memiliki literasi digital yang baik. Pentingnya kemampuan guru dalam membimbing siswa menghadapi arus informasi yang begitu deras.

“Guru tidak hanya mengajarkan materi pelajaran, tetapi juga menanamkan literasi digital kepada siswa. Kemampuan menyaring informasi dan beretika di dunia digital sangat penting,” ujar Alvira dalam Obrolan Indonesia Cerdas RRI Entikong, Rabu, 18 Februari 2026.

Alvira menjelaskan pendidikan karakter tetap menjadi prioritas meskipun pembelajaran berbasis teknologi terus berkembang. Nilai-nilai moral harus tetap ditanamkan secara konsisten.

“Penggunaan teknologi harus dibarengi dengan pengawasan dan pendampingan. Pendidikan karakter seperti kejujuran dan tanggung jawab tetap menjadi fondasi utama,” jelasnya.

Peran orang tua juga kata Alvira, tidak bisa diabaikan dalam proses pendidikan digital. Sinergi antara guru dan keluarga menjadi faktor penting dalam pengawasan penggunaan teknologi.

“Kolaborasi antara guru dan orang tua sangat diperlukan agar penggunaan teknologi tetap terarah. Tanpa pengawasan, risiko penyalahgunaan teknologi bisa meningkat,” ujarnya.

Alvira mengimbau seluruh pihak untuk tidak hanya fokus pada kecanggihan teknologi, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa. Pendidikan yang seimbang antara kompetensi digital dan nilai moral dinilai akan menghasilkan generasi yang unggul.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....