BPBD Sanggau Ingatkan Bahaya Puntung Rokok Penyebab Karhutla
- 10 Feb 2026 19:45 WIB
- Entikong
KBRN, Entikong: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sanggau kerap terjadi saat musim panas, terutama di wilayah dengan tingkat risiko kebakaran yang tinggi. Kondisi ini membutuhkan kewaspadaan dan perhatian serius dari seluruh lapisan masyarakat.
Analis Mitigasi Bencana BPBD Sanggau, Apriati, mengatakan bahwa berdasarkan pengalamannya di lapangan, pihak BPBD sering turun langsung menangani kebakaran yang terjadi di tepi jalan, khususnya pada area dengan risiko kebakaran tinggi. Hasil investigasi dari kejadian, salah satunya yang sering kali yakni membuang puntung rokok dan pembakaran sampah.
“Biasanya saat musim panas kami sering turun ke lapangan karena ada kebakaran di tepi jalan, terutama di wilayah yang risiko kebakarannya tinggi,” ujar Apriati dalam dialog Kentongan RRI Entikong, Selasa 10 Februari 2026.
Ia menjelaskan, kebakaran tersebut diduga kuat dipicu oleh aktivitas manusia, salah satunya masyarakat yang melintas dan membuang puntung rokok sembarangan. Api dari puntung rokok tersebut kemudian menjalar ke area yang mudah terbakar.
“Sering kali api berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh masyarakat yang melintas, lalu menjalar ke semak atau lahan kering di sekitarnya,” ujarnya.
Apriati mengakui, kondisi lahan yang kering saat musim panas membuat api dengan cepat meluas dan sulit dikendalikan apabila tidak segera ditangani. Menurutnya, pencegahan karhutla harus dimulai dari kesadaran masyarakat dalam menjaga perilaku sehari-hari, terutama saat berada di kawasan rawan kebakaran.
Ia menambahkan, hal-hal kecil seperti tidak membuang puntung rokok sembarangan sangat berpengaruh, diantaranya, kesadaran masyarakat menjadi kunci utama pencegahan kebakaran. BPBD Sanggau terus melakukan patroli dan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah rawan, untuk menekan potensi terjadinya karhutla.
“Mari bersama-sama menjaga lingkungan. Dengan kepedulian dan kewaspadaan, risiko karhutla dapat diminimalkan,” kata Apriati.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....