Memahami Attention Deficit Hyperactivity Disorder dan Penanganannya

  • 16 Jun 2025 21:05 WIB
  •  Entikong

KBRN, Entikong: Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah gangguan perkembangan saraf yang umum terjadi, terutama pada anak-anak, meskipun bisa terus berlanjut hingga usia dewasa. ADHD ditandai oleh gejala utama berupa kesulitan memusatkan perhatian (inattention), perilaku hiperaktif, dan impulsivitas. Gangguan ini bukan sekadar anak “nakal” atau “tidak bisa diam”, tetapi berkaitan langsung dengan cara kerja otak yang berbeda.

Secara medis, ADHD terjadi karena ketidakseimbangan zat kimia di otak, khususnya dopamin dan norepinefrin, yang memengaruhi fungsi eksekutif seperti konsentrasi, pengambilan keputusan, dan kontrol diri. ADHD terbagi menjadi tiga jenis: tipe dominan inatentif (lebih sulit fokus), tipe dominan hiperaktif-impulsif, dan tipe campuran. Gejalanya bisa berbeda-beda pada setiap individu, dan seringkali muncul sejak usia dini.

Anak-anak dengan ADHD mungkin tampak mudah terdistraksi, kesulitan menyelesaikan tugas, sering lupa, atau tidak bisa duduk diam dalam waktu lama. Di sekolah, mereka bisa kesulitan mengikuti pelajaran, sering dianggap mengganggu, atau tampak tidak mendengarkan. Namun, banyak dari mereka sebenarnya memiliki kecerdasan normal atau di atas rata-rata, hanya saja kesulitan dalam mengatur perhatian dan perilaku.

Pada orang dewasa, ADHD bisa terlihat dalam bentuk kesulitan mengatur waktu, tidak fokus dalam pekerjaan, mudah gelisah, atau sering membuat keputusan impulsif. Karena gejalanya dapat menyerupai stres atau gangguan kecemasan, ADHD pada dewasa sering tidak terdiagnosis. Padahal, tanpa penanganan yang tepat, ADHD bisa memengaruhi kualitas hidup secara signifikan.

Diagnosis ADHD harus dilakukan oleh profesional, seperti psikolog atau psikiater, melalui evaluasi gejala, wawancara klinis, dan observasi perilaku. Penanganan ADHD bisa meliputi terapi perilaku, konseling, pelatihan keterampilan sosial, serta pemberian obat-obatan seperti stimulan (misalnya metilfenidat) yang membantu meningkatkan fokus dan kontrol diri.

ADHD bukan akhir dari segalanya. Dengan pemahaman yang tepat dan dukungan dari keluarga, guru, serta lingkungan sekitar, individu dengan ADHD bisa tumbuh dan berkembang secara optimal. Banyak tokoh sukses dunia yang memiliki ADHD membuktikan bahwa gangguan ini bukanlah hambatan, melainkan bagian dari keunikan cara berpikir dan berkarya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....