Sekolah Daring di Kalbar Gegara Kabut Asap, Ini Nasib Program MBG

  • 29 Agt 2026 21:19 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Pontianak - Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Barat menghadapi tantangan ketika siswa harus mengikuti pembelajaran dari rumah akibat kabut asap. Kondisi ini memunculkan persoalan mengenai keberlanjutan pemenuhan gizi siswa ketika mereka tidak berada di sekolah.

Kepala SDN 39 Pontianak Kota, Susintoi mengatakan, perubahan pola pembelajaran turut memengaruhi pelaksanaan program MBG di sekolah. Menurutnya, diperlukan penyesuaian agar siswa tetap memperoleh manfaat program meskipun kegiatan belajar dilakukan dari rumah.

“Kalau anak-anak belajar di rumah, otomatis untuk MBG ini juga ada penyesuaian. Karena mereka tidak datang ke sekolah, sehingga bagaimana makanan bergizi itu tetap bisa mereka dapatkan, itu menjadi tantangan,” ujar Susintoi dalam Dialog MBG di RRI Sanggau, Sabtu 29 Agustus 2026.

Susintoi menilai efektivitas MBG tidak cukup hanya dilihat dari tersalurkannya makanan kepada siswa. Kandungan gizi dan keberlanjutan asupan bagi siswa juga perlu menjadi perhatian, terutama ketika kondisi tertentu membuat pembelajaran tatap muka dihentikan.

“Yang paling penting sebenarnya bukan hanya makanannya ada, tetapi bagaimana makanan itu memenuhi kebutuhan gizi anak. Jadi kita berharap program ini memang betul-betul memberikan manfaat untuk pertumbuhan dan kesehatan anak,” katanya.

Sementara itu, Derry Hargiyantoro, orang tua siswa asal Kalimantan Barat mengatakan, perubahan aktivitas belajar membuat para orang tua memiliki tanggung jawab lebih besar dalam memastikan kebutuhan anak tetap terpenuhi di rumah. Ia menilai pola makan anak perlu tetap diperhatikan meskipun tidak mengikuti pembelajaran secara langsung di sekolah.

“Orang tua memang harus lebih memperhatikan kebutuhan anak ketika mereka di rumah. Jangan sampai karena tidak sekolah, pola makan, dan kebutuhan gizinya juga ikut berubah,” ungkap Derry.

Kondisi tersebut, Ia berharap, perlunya mekanisme yang dapat memastikan manfaat MBG tetap diterima siswa ketika kegiatan belajar tidak berlangsung di sekolah. Penyesuaian distribusi maupun pola pelaksanaan menjadi penting agar kondisi darurat seperti kabut asap tidak membuat pemenuhan gizi siswa terputus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....