Siswa Belajar dari Rumah imbas Kabut Asap, Penyaluran MBG Terkendala

  • 29 Agt 2026 11:51 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Sanggau - Cuaca ekstrem yang melanda Kalimantan Barat menggerakkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengambil langkah cepat demi keselamatan peserta didik. Pemerintah menerbitkan penyesuaian yang mewajibkan aktivitas pembelajaran dialihkan ke rumah masing-masing, sehingga siswa tetap mengikuti proses belajar.

Hal tersebut disampaikan oleh Susintoi, Kepala SDN 39 Pontianak Kota dalam Dialog MBG Menyapa RRI PRO1 Sanggau, Sabtu 29 Agustus 2026. Menurutnya, pihak sekolah memanfaatkan platform digital seperti Zoom Meeting dan Google Meet agar hak siswa dalam menerima materi pelajaran tetap terpenuhi.

"Terkait kondisi cuaca kita sekarang di Kalimantan Barat, dinas pendidikan menerbitkan aturan agar proses belajar mengajar tetap berjalan melalui daring via Zoom atau Google Meet, sehingga sekolah punya banyak cara agar murid tetap mendapatkan haknya untuk belajar," jelasnya.

Penerapan sistem sekolah daring tersebut rupanya memberikan dampak turunan terhadap program pendukung sekolah lainnya, salah satunya adalah penyaluran MBG. Kualitas udara yang berada pada tingkat berbahaya membuat seluruh siswa berada di rumah masing-masing, sehingga proses penyerahan paket makanan mengalami hambatan teknis.

"Ketika kondisi cuaca berada pada tingkatan sangat berbahaya, hal itu sangat berimbas kepada penyaluran MBG sendiri, sebab ketika siswa melakukan pembelajaran secara daring dari rumah maka MBG tidak bisa disalurkan," jelasnya.

Sebelumnya, mekanisme pengiriman bantuan gizi ini berlangsung mulus berkat kerja sama yang terjalin erat antara pihak pengelola program dan pihak sekolah. Kehadiran fisik para murid di sekolah memudahkan proses droping makanan secara massal dalam satu kali pengiriman, sehingga efisiensi waktu dan tempat dapat terjaga.

"Kalau hari normal penyaluran MBG disalurkan ke sekolah karena proses pengantaran lebih mudah bagi pihak MBG dengan sekali jalan langsung didroping, namun saat daring murid berada di rumah sehingga distribusi terhenti," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....