Lahan Jadi Tantangan Sekolah Rakyat di Sanggau

  • 13 Agt 2026 21:03 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Sanggau – Sekretaris Daerah Kabupaten Sanggau, Aswin Khatib mengungkapkan, usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Sanggau hingga kini belum mendapat persetujuan dari pemerintah pusat. Kendala utama yang dihadapi adalah ketersediaan lahan yang memenuhi persyaratan pembangunan program tersebut.

“Program pemerintah seperti Sekolah Rakyat sebenarnya sangat bagus untuk membantu anak-anak kurang mampu mendapatkan akses pendidikan. Dalam konsepnya, peserta didik dari berbagai jenjang bisa belajar dan tinggal dalam satu kawasan yang terintegrasi,” kata Aswin Khatib, Kamis, 13 Agustus 2026.

Menurutnya, keberadaan Sekolah Rakyat dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan akses pendidikan sekaligus menjawab tantangan pemerataan layanan pendidikan di daerah. Program tersebut juga dinilai mampu mengakomodasi peserta didik dari keluarga kurang mampu secara lebih optimal.

“Sekolah Rakyat yang sudah kita usulkan sebenarnya bisa menjadi solusi. Namun sampai saat ini usulan tersebut belum disetujui oleh pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Sosial,” ujarnya.

Aswin menjelaskan, pemerintah daerah sebenarnya telah menyiapkan lahan untuk mendukung pembangunan Sekolah Rakyat. Namun kondisi lahan yang tersedia belum memenuhi kriteria karena memiliki kontur yang tidak rata.

“Masalahnya ada pada lahan. Lahan yang kita siapkan ada, tetapi tidak datar dan masih bergelombang sehingga memerlukan pematangan tanah sebelum bisa digunakan,” jelasnya.

Kata ia, keterbatasan anggaran daerah menjadi kendala untuk melakukan pematangan lahan dalam waktu cepat. Karena itu, pemerintah daerah masih terus mencari solusi agar usulan pembangunan Sekolah Rakyat dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan pemerintah pusat.

“Kalau lahannya sudah siap sesuai ketentuan, peluang untuk mendapatkan persetujuan tentu lebih besar. Namun saat ini kita masih terkendala biaya untuk mengubah lahan tersebut menjadi siap bangun,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....