Beras Oplosan Bukan Plastik, Simak Penjelasan Bulog Sanggau

  • 08 Feb 2026 15:19 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Beras oplosan bukanlah istilah yang sepenuhnya tabu dalam dunia perdagangan beras. Pada praktik tertentu, pencampuran beras justru dilakukan untuk menyesuaikan preferensi konsumen.

Kepala Bulog Sanggau Kartika, menjelaskan bahwa pencampuran beras kerap dilakukan pedagang di industri perberasan. Namun, pemerintah melarang praktik oplosan yang bertujuan mengubah kualitas dan menyesatkan konsumen.

“Misalnya beras medium dicampur dengan beras premium lalu dijual sebagai beras premium, itu yang tidak boleh,” jelasnya dalam Dialog Pagi Beranda Asta Cita RRI Entikong, Sabtu 7 Februari 2026.

Ia menegaskan, pencampuran beras sejenis sebenarnya tidak menjadi persoalan. Beras medium dengan medium atau beras premium dengan premium dinilai masih wajar dilakukan.

"Terjadi persepsi keliru yang beredar di masyarakat yang kerap menyamakan beras oplosan dengan beras palsu. Padahal masalah utama terletak pada pencampuran beras berkualitas buruk dengan beras yang baik," jelasnya.

Kasus beras tidak baik atau busuk yang dicampur dengan beras layak konsumsi memang pernah terjadi. Namun, Kartika menilai kondisi tersebut relatif mudah dikenali oleh masyarakat.

Katika juga menanggapi isu beras plastik yang sempat beredar di tengah masyarakat. Menurutnya, secara logika ekonomi, isu tersebut sulit masuk akal.

“Kalaupun ada, harga bahan plastik itu sendiri jauh lebih mahal sehingga tidak mungkin dijual setara harga beras,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....